Menurut psikolog Anna Surti Aryani, kepada detikHOT, Senin (10/4/2017), orangtua harus memperhatikan bagaimana caranya mengajarkan anak agar si anak juga tidak paranoid atau justru takut dengan orang. Jangan membuat anak berpikiran bahwa dunia luar itu jahat. Penjagaan yang sangat ketat juga bisa membuat si anak stres.
"Kalau misalnya orangtuanya berlebihan dalam memberitahu, itu membuat anaknya jadi rentan untuk stres. Makanya tetap tidak disarankan dengan memberitahu yang mengerikan terus," ujar psikolog yang akrab disapa Nina itu.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ketimbang harus memberikan penjagaan yang sangat ketat atau menakut-nakuti kondisi luar rumah, lebih baik orangtua memberi tahu anak mereka siapa saja orang baik yang berada di tempat umum. Seperti misalnya, si anak dikenalkan dengan sosok satpam dan polisi.
Selain itu, sebagai orangtua yang sibuk, sebaiknya mengajarkan anak untuk selalu berpamitan saat akan pergi. Ramainya isu penculikan anak, menurut Nina sebenarnya tidak terlalu berpengaruh untuk anak-anak yang tidak mengalaminya.
"Saya tidak menyarankan untuk kasih tahu anak soal orang jahat. Nanti anak menjadi takut. Kalau nggak mengalami sebetulnya nggak ada masalah. Itu akan menjadi masalah kalau orangtuanya sekarang menakuti. Itu bisa mengganggu buat anak," pungkas Nina.
(pus/dal)











































