Ustad Solmed: Haram, Laki-laki atau Perempuan Lakukan KDRT!

KDRT di Kalangan Pesohor Negeri

Ustad Solmed: Haram, Laki-laki atau Perempuan Lakukan KDRT!

Febryantino Nur Pratama - detikHot
Senin, 13 Mar 2017 14:37 WIB
Ustad Solmed: Haram, Laki-laki atau Perempuan Lakukan KDRT!
Foto: internet/andhika
Jakarta - Melihat rentannya KDRT terjadi di kalangan selebriti, sangat memprihatinkan. Beberapa kasus KDRT di kalangan artis yang sedang dibicarakan yakni masalah rumah tangga Andhika 'Kangen Band' dan Caca serta Aming dan Evelyn.

Dalam Islam, Ustad Somed menegaskan KDRT tidaklah dibenarkan. Kepada detikHOT ustad yang dekat bahkan menjadi bagian dari kalangan artis tersebut menjelaskan dan memberikan solusi untuk permasalahan ini.

"Nggak bolehlah kekerasan dalam rumah tangga, haramlah untuk laki-laki maupun perempuan, dua-duanyanya tidak boleh," tegas Solmed.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

"Tentunya yang pertama yang dilarang adalah pukulan. Nah, itu ada hadisnya bagaimana Rasalullah melarang suami memukul wajah istri, karena wajah simbol kemuliaan, kehormatan, artinya kalau ada laki-laki menampar wajah begitu menyakitkan bagi seorang perempuan. Maka itu larangan kekerasan terhadap fisik, Nabi melarang menampar wajah perempuan," paparnya.

Begitu juga bila perempuan menampar laki-laki, dikatakan Solmed itu juga tidak diperbolehkan. Termasuk juga kekerasan dalam ucapan, yang kadang tak kalah menyakitkan.

"Kemudian soal ucapan secara verbal bagimana Nabi mengajarkan kepada kita untuk menyayangi termasuk memberi rayuan, itu ajaran Nabi, memuji, menyanjung itu diantara sunnah seorang suami kepada istri," jelas suami April Jasmine itu.

Bila terjadi pertengkaran di antara pasangan, berkaca pada ajaran Nabi Muhammad SAW, sebaiknya adalah diam. Pergi dari tempat itu cari tempat berbeda untuk menyelesaikan masalah.

"Maksudnya perpindahan orang dari tempat yang dia emosi, insya Allah akan membuka jalan logika buat akalnya, nah itu arahan Nabi begitu. Kalau kita marah, pindah tempat. Bahkan Nabi mengajarkan kalau marah kita duduk, kalau duduk masih marah ya tiduran sebetulnya ini akalnya naik. Karena Nabi tahu kalau orang marah akalnya nggak kepakai," ucap Solmed memberikan solusi.

Untuk pihak perempuan, bila sang suami terus meracau, ada baiknya tidak melawan. Menurutnya, orang yang sedang emosi akalnya menjadi buntu. Tunggu saat yang tepat untuk menyelesaikannya dengan bahasa suami istri.

"Pasutri kan punya bahasa sendirilah. Bedakan bahasa antara seorang karyawan dengan bos. Dengan bahasa suami kepada istri atau istri kepada suami pasti berbeda, punya bahasa masing-masing untuk menyampaikan sesuatu. Artinya, marah ini punya metode," tutup Solmed.


(pus/mmu)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads