"Pasti dong harus ada itu hitam di atas putih, semuanya juga kayak gitu. Yang menentukan dari PH baru artisnya mau apa nggak," jelas road manager Dewi Persik, Angga, kepada detikHOT, Senin (6/2/2017) melalui samungan telepon.
Selama memegang Dewi, Angga belum pernah mengalami masalah soal kontrak. Menurutnya, artis profesional justru sangat menghormati kesepakatan yang sudah dibuat.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Tidak jauh berbeda dengan pendapat Angga, manajer Amanda Manopo, Boy, juga mengatakan kontrak eksklusif dikuatkan dengan perjanjian hitam di atas putih.
"Iya dong pasti. Artis A kalau ekslusif nggak boleh main di PH lain. Misalnya artis A di kontrak 100 episode ya harus melakukan 100 episode. Nggak boleh kurang atau lebih dari yang dikontrak, ada perjanjiannya juga tergantung kesepakatan," ujar Boy.
Untuk artis yang melanggar, sanksi biasanya diberikan oleh pihak rumah produksi. Tidak boleh bermain di rumah produksi lain itu menjadi peraturan yang lumrah dalam sebuah kontrak eksklusif.
"Pasti ada sanksi itu biasa dijatuhkan dari PH kalau artisnya melanggar, misalnya artisnya udah kontrak eklusif di PH ini otomatis nggak boleh di PH lain. Episode misalnya dapat 50 episode harus mengerjakanya sampai 50 episode ngak boleh kurang," jabarnya.
"Soal bayaran, dari production house yang nentuin baru artis oke atau tidak, lalu kita artis yang ambil keputusan baru kita dapat (bayaran)," jelas Boy.
(pus/mmu)