Usai pemberkatan, pasangan itu langsung menyapa awak media yang sudah menunggu sedari pagi. Pasangan yang sudah berpacaran delapan tahun itu pun mengungkapkan rasa bahagianya setelah resmi menikah.
"Akhirnya berjalan lancar, jam 11 siang tadi kami berdua sudah diberkati di Gereja Katedral. Kami berdua sah, acaranya sakral seperti yang kita mau. Banyak yang menyaksikan, keluarga dan teman juga semuanya," urai Chelsea di Hotel Borobudur, Jakarta Pusat, Kamis (1/10/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Ini hari yang dinantikan, dipersiapkan sekian lama, akhirnya setelah seminggu dipingit nggak berkomunikasi dan kita ketemu di altar deg-degan dan juga terharu," timpal Glenn.
Menikah di Gereja Katedral memang merupakan keinginan mereka berdua. Oleh karena itu, keduanya sangat senang bisa melaksanakan pernikahan di sana.
"Untuk menikah di Katedral memang impian berdua, pas Chelsea pertama ke sana dia pernah mengucap," cerita Glenn.
"Pas pertama dibawa Glenn ke sana aku bilang wow bagus banget, aku bilang pengen nikah di sini saja jangan di gereja aku. Bangunannya bagus, auranya beda, itu impian saya," kenang Chelsea menyambung sang suami.
Baca: Here Comes the Bride! Chelsea Berseri-seri Kenakan Gaun Pengantin
Terwujud pernikahan impiannya membuat Chelsea merasa sangat bahagia sampai meneteskan air mata. Padahal ia berjanji dalam acara tersebut dirinya tidak boleh menangis.
"Tapi nggak bisa dibendung, ini tangis bahagia. Tadi aku juga sungkeman karena itu bentuk hormat terhadap orangtua, itu rasa terima kasih," papar Chelsea.
Menikah di hari kerja juga dikatakan Chelsea dan Glenn sama sekali tidak memiliki arti yang khusus.
"Nggak ada alasan (menikah tanggal 1), pengennya tanggal 29 September karena resepsinya tanggal 3 Oktober jadi kelamaan, ya nggak apa-apa," urai Glenn.
(wes/mmu)











































