Chat dengan RA Beredar, TM Pernah 'Main' di Hotel dengan Tarif Rp 25 Juta

Chat dengan RA Beredar, TM Pernah 'Main' di Hotel dengan Tarif Rp 25 Juta

Komario Bahar - Mahardian P Bhisma - detikHot
Jumat, 11 Sep 2015 10:40 WIB
Chat dengan RA Beredar, TM Pernah Main di Hotel dengan Tarif Rp 25 Juta
Jakarta - Kasus mucikari Robbi Abbas (RA) semakin membuka tabir misteri yang membuat publik bertanya-tanya. Apalagi sederet artis sudah terkuak identitasnya. Tak perlu sebut nama, karena publik juga pasti sudah tahu AA, TM, dan SB.

Yang menarik, khusus SB dan TM menjadi diangkat sebagai laporan utama Tabloid C&R edisi terbaru. Hal itu tentu makin menelanjangi apa yang terjadi dalam bisnis terlarang itu.

Dalam edisi 9-15 September yang terbit pekan ini, TM disebut sangat aktif meminta klien kepada Robbi. Ini mungkin tak mengagetkan karena sebenarnya keagresifan TM sudah ditulis detikHOT beberapa kali lewat pengakuan lawyer Robbi, Pieter Ell.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Yang menarik, percakapan TM dan Robbi beredar secara gamblang. Dari chat itu pula, TM diketahui pernah kencan di hotel mewah di kawasan Jakarta Barat dengan klien pria berinisial BK.

Simak: Siang Ini, Rere Regina Sambangi Polda Metro Jaya

Kepada penyidik Robbi menjelaskan, transaksi TM saat itu mencapai Rp 25 juta. Dengan rincian, Rp 20 juta untuk TM, dan Rp 5 juta diambil sang mucikari untuk ongkos perantara.

Namun, seperti dikutip tabloid tersebut, TM membantah semua keterangan Robbi kepada penyidik. Yang jelas, ada kesamaan antara TM, AA dan SB.

Ketiganya pernah bermain dalam satu film, atau setidaknya dalam dua film yang berbeda. Khusus AA dan TM, mereka bertemu di film 'Hantu Budeg', sedangkan SB eksis di 'Pulau Hantu 3'.

detikHOT pun mencoba menghubungi kembali Pieter Ell untuk mengkonfirmasi laporan tabloid tersebut. Lawyer Robbi itu membenarkan mengenai tulisan itu.

Cek Mata Anda!
Siapa Lebih Seksi Di Antara 2 Artis Cantik Ini?


Tapi, Pieter tak mau banyak menjelaskan. Hanya disebutkan, TM ataupun artis lainnya memang selalu meminta hotel mewah sebagai tempat transaksi esek-esek.

"Ada permintaan khusus, nggak mungkin hotel melati," jelas Pieter.

"Makanya kalau ini kan dalam kesaksian saya minta rekonstruksi minta ke TKP. Biar jangan ada dusta di antara kita, jangan cuma klien saya dikorbankan. Yang enak siapa, yang senang siapa!" kata Pieter membela sang klien.

(kmb/kmb)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads