Hal tersebut diungkapkan Madison dalam sebuah memoir yang ditulisnya bertajuk 'The Rabbit Hole: Curious Adventures And Cautionary Tales of A Former Playboy Bunny'. Hari-harinya di Plaboy Mansion ternyata sama sekali tak indah sehingga membuatnya depresi.
"Hidup di sebuah mansion terkenal sama sekali bukanlah sebuah mimpi. Namun hal tersebut adalah sebuah mimpi buruk baginya," tertulis dalam ringkasan buku memoir seperti dikutip dari Mirror, Senin (23/3/2015).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Pada satu titik, Madison merasa kehilangan identitas, harga diri dan harapan untuk masa depannya sehingga membuatnya putus asa dan hampir bunuh diri ketika meratapi nasib di dalam bathtub kamar mandi. Hal tersebut disebabkan oleh rutinitas dan aturan ketat, begitu juga dengan penindasan, manipulasi dan perseteruan ambisius para 'bunny' pengkhianat.
"Memutuskan untuk tak mengakhiri hidupnya, Holly kemudian memilih untuk menerima akibat dari perbuatannya," demikian bunyi dari ringkasan buku memoir tersebut.
Buku memoir 'The Rabbit Hole: Curious Adventures And Cautionary Tales of A Former Playboy Bunny' rencananya akan dirilis pada Juni 2015 mendatang.
(dal/mmu)











































