"Aku pijat sedikit udah merah, sakitnya sampai ke pinggang. Tangannya panas dan keringetan," kata Ocha saat ditemui di RSCM, Salemba, Jakarta Pusat, Senin, (12/1/2015).
Ocha mengaku tak memiliki firasat buruk ketika melihat kondisi kesehatan temannya itu. Tetapi ketika mengeluh sakit kepala, Verrys selalu menolak bila dibujuk untuk pergi ke dokter.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Hal serupa disampaikan rekan Verrys yang lain, Dwi. Menurutnya, Verrys yang tinggal sendiri di Jakarta jarang membicarakan soal kondisi kesehatannya.
"Dia ada yang bilang sakit kepala, dia nggak mau minum obat. Dia nggak cerita, cuma bilang sakit doang," katanya.
Saat ini jenazah Verrys masih berada di RSCM, dan rencananya akan dibawa ke Belitong, Selasa (13/1). Verrys yang berusia 18 tahun itu diduga meninggal dunia karena sakit.
(ich/ich)











































