Menurutnya, ia bukan seorang istri korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT). Tetapi, ada satu hal yang tak kalah menyakitkan baginya. Apa itu?
"Jangan menyakiti secara verbal, lebih baik dipukul sakitnya sebentar. Kalau verbal itu akan selalu teringat kata-katanya," ungkap Nikita saat ditemui di kawasan Epicentrum, Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (20/5/2014).
Nikita memang menganggap masalah itu adalah urusan pribadinya. Ia pun tak mau mengungkapkan semua hal yang menjadi batu sandungan rumah tangganya.
"Semua kata-katalah. Nikah bukan suatu permainan, dia sudah ngomong kayak gitu, terus minta maaf," tuturnya.
(nu2/mmu)











































