Doyok
|
|
"Saya kasihan sama keluarga saya, mereka harus menanggung umpatan dari masyarakat. Waktu itu juga anak saya nggak mau sekolah, malu dia, dibilang sama temen-temennya bapaknya narkoba, bapaknya narkoba," tandasnya.
Parto 'Patrio'
|
|
Karena hal tersebut, Parto terpaksa ditahan Polsek Metro Setia Budi, Jakarta Selatan. Ia juga dilaporkan oleh sejumlah pewarta ke Bagian Pelayanan Masyarakat (Yanmas) Polda Metro Jaya dan dijerat UU Darurat No 12 Tahun 1951 Pasal 1 ayat dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara.
Namun, akhirnya kasus tersebut berujung dengan perdamaian karena pihak pelapor mencabut gugatannya. Parto dan pihak pelapor pun menandatangani nota kesepakatanΒ yang berisi 4 pasal.
Parto melakukan penembakkan itu saat menghadiri acara ulang tahun anak Eko 'Patrio' di Planet Hollywood, Jakarta. Saat ingin pulang, Parto pun dikerubuti oleh sejumlah pewarta yang ingin mewawancarainya. Merasa dihalangi untuk pulang, ia akhirnya menembakkan pistolnya sehingga membuat para wartawan merasa terancam.
Gogon
|
|
Ia pun akhirnya mengakui tengah memakai ekstasi dan sabu-sabu. Karena pengakuan tersebut, Gogon dijatuhi hukuman 4 tahun penjara, denda Rp 150 juta dan hukuman subsider dua bulan, dipotong masa tahanan.
"Saya berterimakasih kepada bapak polisi dan aparat berwenang lainnya yang telah berhasil menangkap saya," ujarnya kala itu.
"Ini adalah musibah untuk saya. Saya berharap ini semua ada hikmahnya," ucap Gogon lagi sambil menyeka air matanya dengan tisu.
Polo
|
(Kick Andy)
|
Anggota Srimulat itu akhirnya divonis hukuman tujuh bulan penjara, dipotong masa tahanan dan denda Rp 1 juta. Ia pun akhirnya menghirup udara bebas pada 23 Maret 2001.
Namun, tampaknya Polo tak kenal kata jera. Pada 2 Juni 2004, Polo kembali digrebek aparat Polsek Kramat Jati di Vila Citra, depan Kantor Kecamatan Kramat Jati, Jalan Tanduk Tunggara Raya, Kramat Jati, Jakarta Timur.
Polisi pun mendapatkan satu paket sabu-sabu seberat 0,6 gram. Ia akhirnya dijatuhi hukuman 1,5 tahun penjara. Tapi, tak sampai setahun, pada 20 Mei 2005 Polo sudah merasakan kebebasan.
Bolot
|
|
Bolot akhirnya angkat bicara. Menurutnya, Rangga lah yang pertama kali memukuli cucunya, Lira. Keduanya pun saling lapor tentang penganiyaan atas kasus yang sama.
"Cucu gue dipukul, diinjek-injek, ya udah tuh anak gue kepret," ujar Bolot kala itu.
Namun, hingga saat ini belum ada kejelasan lebih lanjut tentang kasus tersebut.
Halaman 2 dari 6











































