"Nggak masalah. Aku pernah operasi plastik. Toh bukan aku saja, banyak artis yang memperbaiki diri dengan cara operasi," ungkapnya usai melakukan sesi pemotretan bersama Detikhot di daerah Kemang, Jakarta Selatan.
Perempuan kelahiran Bandung, 22 Desember 1987 itu sadar ada sebagian masyarakat masih menganggap operasi untuk mempercantik diri adalah "dosa". Pun ia tahu bahwa banyak yang mencibir tindakan itu sebagai sikap kurang mensyukuri pemberian Tuhan.
Namun Laras justru punya pendapat sebaliknya. "Buat aku, itu banyak alasannya. Kalau misalnya kita ada beberapa kekurangan, Tuhan kasih kita otak buat berpikir bagaimana cara memperbaikinya. Kalau harus dengan operasi, kenapa nggak?" tanyanya retoris.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Makanya, anak kedua dari empat bersaudara itu mengaku tak ambil pusing dengan cibiran yang ditujukan kepadanya. Baginya keputusannya untuk operasi bentuk tubuh memang sengaja dilakukan untuk menunjang profesinya di dunia hiburan.
"Ada beberapa orang yang ke aku bilang, ih si Laras operasi segala. Lah, kenapa memang? Duit-duit aku. Dibilang Laras hidungnya palsu, itunya palsu, bodo amat. Apa salahnya mempercantik diri? Mau palsu kek, yang penting hati aku nggak palsu," tandasnya.
Lantas bagian tubuh mana yang dioperasi Laras untuk mempercantik dirinya? "Payudaralah, masa mata? Hahaha. Adalah beberapa lagi," sahutnya seraya tertawa.

Meskipun begitu, pemilik tinggi 169cm dan berat 48kg itu bersyukur sebelum operasi pun banyak yang menganggapnya seksi. Banyak yang memuji bibirnya yang dianggap punya daya sensualitas tinggi.
"Dari dulu orang-orang sih bilang di antara semuanya yang paling seksi itu bibir aku. Tapi ya aku sih kalau orang bilang begitu ya alhamdulillah ya. Kalau aku sih sebenarnya suka dagu aku," tunjuknya.
(bar/mmu)











































