Sepuluh tahun membangun karier, Tamara menyisihkan sebagian pendapatannya untuk modal usaha. Lewat kerja kerasnya itu, ia berhasil membangun sebuah perusahaan di bidang perekrutan pegawai yang sudah berjalan selama 7 tahun.
"Memang ada beberapa pencitraan yang harus saya jaga. Citra perusahaan juga harus saya jaga, agar semuanya kondusif karena menyangkut dengan posisi saya," ujarnya saat ditemui di Studio RCTI, Kebon Jeruk, Jakarta Barat, Senin (7/2/2011).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak mungkin lagi kan saya jadi mamanya Ucok, karena saya berada di lingkungan dengan orang-orang yang tidak bisa menerima itu lagi," jelasnya.
(ich/mmu)











































