Ditemui detikhot usai acara penutupan program Aku Cinta Indonesia (ACI) detikcom di Aldevco Octagon Building, Jakarta Selatan, Kamis (11/11/2010) Nadine menceritakan perjuangannya untuk bisa bertemu dengan presiden berkulit hitam pertama AS itu.
Nadine mendapatkan kesempatan bertemu Obama karena diundang pihak kedutaan Amerika Serikat. Kebetulan Nadine sudah lama bekerja sama mengampanyekan lingkungan di Wakatobi.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Saya baru tidur 3 jam. Baru pulang jam 12 malam dari fashion show Anne AvantiΒ di JCC dan harus bangun jam 5 pagi," ujar Nadine yang mengenakan kaos kasual putih.
Saat itu Nadine tidak sempat berdandan. Rambutnya pun masih dikuncir. Sebanyak 20-an bus berangkat dari Parkir Timur Senayan. Ia tak bisa langsung ke UI karena mobil-mobil tidak diperbolehkan masuk.
Sesampainya di UI, Nadine langsung menempati tempat duduk di Aula UI. Beruntung, ia duduk di bangku yang lumayan dekat dengan Obama. Namun sebelumnya, ia dan rombongan harus melewati 3 kali pemeriksaan.
Nadine sangat merasakan kedisiplinan dari pihak Gedung Putih untuk mengurus orang-orang Indonesia yang ingin menyaksikkan pidato Obama.
"Sangat disiplin, karena kalau dibilang berangkat jam 6 pagi teng, yah berangkat jam segitu. Kalau terlambat ya ditinggal. Ini cara kerja US, Jadi kita ikut-ikutan disiplin sekali. Kita harus pelajari
kedisiplinannya," tuturnya.
Sepanjang pidato Obama, Nadine pun dengan khusyuk mendengarkan. Sayangnya, Nadine tidak sempat berjabat tangan saat Obama turun ke podium dan menyalami penonton.
"Kalau nggak bisa salaman, yah nggak usah saya paksakan. Karena orang-orang kan saya lihat langsung maju ke depan dan ramai banget. Tapi ya sudah melihat langsung saja, sudah beruntung," tandasnya.
(ebi/mmu)











































