"Paling sering itu lewat Twitter. Sekarang zaman udah canggih, mereka bisa meluapkan kekesalannya melalui jejaring sosial itu. Kata-katanya pedas banget lho," curhat Dinda saat ditemui di kawasan Senayan, Jakarta Selatan, Selasa (19/10/2010) malam.
Omelan dari penonton itu dianggap Dinda sebagai konsekuensi dari pekerjaannya. Ia pun melihat, dengan banyaknya omelan tersebut artinya aktingnya sukses.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Pengen banget ngerasain peran baru. Tapi gue di sini dituntut untuk bertanggungjawab atas apa yang sudah gue jalankan," jelas Dinda yang kini berusaha mengatasi kebosanannya tersebut.
(eny/eny)











































