Di mata artis yang menggugat cerai Pangeran Kesultanan Kelantan Tengku M Fachry itu, Malaysia bersalah karena menangkap dan menahan petugas Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Indonesia. Demikian juga dalam kasus penyiksaan terhadap Tenaga Kerja Indonesia (YKI) dan mengklaim kebudayaan Indonesia seperti batik dan reog.
"Ya kalau melihat dari kasus itu, kita bisa bilang orang Malaysia itu salah yah. Harusnya mereka kalau sudah salah yah minta maaf. Biar semuanya bisa diselesaikan dengan cara yang baik," kata Manohara saat ditemui dalam acara premier film Merah Putih II: Darah Garuda, di XXI Epicentrum Walk, Kuningan Jaksel, Kamis (2/9/2010) malam.
Manohara pernah melarikan diri dari suaminya, Tengku Fachry karena mendapat kekerasan dalam rumah tangga. Hingga kini gugatan perceraian Mano dengan sang suami belum selesai.
Meski mengaku pernah disakiti di negeri jiran itu, bintang sinetron 'Manohara' itu meminta rakyat Indonesia tetap bisa obyektif menyikapi memanasnya hubungan dua negara.
"Yah, sebaiknya kita nggak perlu menyikapinya dengan gimana-gimana gitu. Nggak harus anarkis atau teriak-teriak juga. Kan masih ada banyak cara yang lebih baik yang bisa di tempuh," ujar Mano.
(iy/eny)











































