"Pertama sih cukup membosankan ya. Klasik banget. Ternyata lama-lama jadi kayak pacaran gitu sama Tango," ujar Ladya ketika berbincang dengan detikhot di sela-sela kesibukannya menjadi wardrobe video klip Anderta dari Mahakarya Inc di Sentul City, Bogor, Selasa (10/8/2010).
Kecintaan Ladya dengan Tango bermula ketika ia berkenalan dengan guru tari bernama Ion. Sekitar empat hingga lima bulan belakangan, Ladya pun sempat sangat aktif berlatih di sanggar Jawa Jawi Java.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Nggak langsung belajar nari gitu. Latihan fisik dulu. Cium lutut terus. Harus bisa lentur semuanya. Awalnya latihan jalan. Setiap hari latihan jalan lurus dan jalan benar dengan posisi badan yang benar," kisah Ladya.
Perempuan kelahiran Jakarta, 11 April 1981 itu ingin sekali menekuni tarian Tango dengan lebih serius. Namun kesibukan lainnya membuat ia rehat sesaat. Sembari mengisi waktu, Ladya pun mencoba latihan gamelan.
"Guru tari Ladya waktu itu bilang, gamelan bagus untuk melatih kesabaran. Karena Tango itu harus sabar. Semuanya serba pelan dan sabar banget," tuturnya.
Pucuk dicinta ulam pun tiba, Ladya mengaku sangat menyukai seni tradisional tersebut. Selama berada di jalur seni, Ladya tidak ragu-ragu untuk mencintainya.
(yla/iy)











































