Fakhry tidak berminat mencari pengganti Manohara. "Belum nyari. Masih sibuk dengan bisnis," kata teman dekat Tengku Fakhry, Ikhsan Absal, kepada detikhot, Jumat (7/5/2010).
Fakhry yang merupakan anak ketiga Sultan Kelantan Tuanku Ismail Petra memiliki sejumlah bisnis kontraktor di sejumlah negara Asia Tenggara seperti Thailand, Malaysia dan Singapura.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Fakhry mau datang ke Jakarta mau menggugat Manohara. Tapi masih menunggu proses hukum Soleha dan Soni," kata Ikhsan.
Fakhry dan Manohara menikah pada 26 Agustus 2008. Setelah menikah Mano yang mendapat gelar Cik Puan Temenggong tinggal di Istana Mahkota di Kubang Kerian, Kelantan. Namun perempuan kelahiran Perancis itu kabur pada 30 Mei 2009 lalu ketika Sultan Ismail Petra berobat di RS Singapura.
Usai kabur ke Jakarta, putru Daisy Fajarina itu membeberkan ia mendapat kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) dari sang suami. Mano menyatakan Fakhry menyiksanya, bahkan menyilet tubuhnya. Kisah Mano kemudian disinetronkan dan dibintangi Manohara sendiri.
Fakhry yang tidak terima lantas menggugat Manohara dengan tudingan fitnah. Fakhry memenangkan gugatan itu. Pengadilan Tinggi di Malaysia memutuskan Manohara dan ibunya, Daisy Fajarina, harus membayar 6 juta ringgit atau sekitar Rp 16,5 miliar.
Selain kerugian, Fakhry juga meminta Manohara kembali ke pangkuannya sebagai istri karena memang belum bercerai. Namun hingga kini Mano tidak pernah memenuhi kewajiban tersebut. Pengacara Manohara menyatakan putusan itu tidak berlaku di Indonesia.
(iy/yla)











































