Ceritanya, Sultan Kelantan yang sedang sakit, Selasa (5/5/2010) malam waktu Malaysia, akan berobat ke Rumah Sakit di Kota Baharu, Malaysia. Fakhry sebagai putra bungsu ingin menyertai ayahnya ke rumah sakit. Namun rupanya sang kakak, Tengku Faris yang menyandang gelar Tengku Mahkota keberatan.
"Tengku Mahkota sementara ini kan pegang pemerintahan. Faris tidak ingin ada saudaranya yang mempengaruhi ayahnya menentukan pengganti Sultan. Jadi semua anak-anak Sultan dilarang ikut ke RS," cerita teman dekat Tengku Fakhry, Ikhsan Absal kepada detikhot, Kamis (6/5/2010).
Maka saat suami Manohara itu keluar dari istananya, rombongan langsung dihadang polisi dan dibawa ke kantor polisi. Akhirnya Fakhry membatalkan tidak ikut mendampingi sang ayahanda. Rombongan Sultan Kelantan akhirnya ke RS tanpa didampingi anak-anaknya.
"Jadi nggak ada penangkapan ataupun penahanan," kata Ikhsan yang terakhir komunikasi dengan Fakhry, Rabu kemarin.
Media Malaysia, Rabu (4/5/2010) melansir, Tengku Fakhry ditangkap polisi Malaysia. Suami Manohara itu ditahan sekelompok orang bertopeng yang diduga pasukan khusus polisi dari Unit Tindakan Khas (UTK). Ia dibekuk di luar Istana Mahkota, Kubang Kerian, Kelantan, Malaysia. Pangeran Fakhry ditangkap pada Selasa (5/5/2010) malam waktu Malaysia.
(iy/eny)











































