"Aku tak akan mau naik gunung lagi. Menyusahkan," ujarnya sembari tertawa seperti yang dilansir oleh Female First, Selasa (2/2/2010).
Mendaki selama tujuh jam sehari dengan kondisi cuaca ekstrim, menyantap makanan kaleng serta tidur di tenda bukanlah gaya hidup perempuan kelahiran 3 Maret 1982 itu. "Sulit bernafas saat berada di ketinggian atau menggigil saat cuaca ekstrem menyerang, benar-benar membuat tubuhku remuk," imbuhnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Hidup di alam liar dan mendaki gunung terindah benar-benar akan aku kenang selamanya," pungkasnya.
(fjr/eny)











































