"Kalau memang Kelantan nolongin, so what?," tegas Ratna saat ditemui di kantor Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan Jl. Medan Merdeka Barat no. 15, Jakarta Pusat, Selasa (4/7/2009).
Menurut Ratna, masalah Shaliha murni masalah hak perempuan. Aktivis itu pun membuka diri akan pertolongan dari siapapun termasuk Kerajaan Kelantan. Padahal, selama ini pihak Manohara juga menuding bahwa suaminya yang merupakan Pangeran Kerajaan Kelantan melakukan KDRT terhadapnya.
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
"Republik ini punya kementrian yang tugasnya melindungi perempuan. Untuk itu saya minta pertolongan pertama kali kepada Kementrian Negara Pemberdayaan Perempuan. Saya juga ingin memberi inspirasi agar memanfaatkan fasilitas negara ini,"
Setelah mengunjungi Kementrian Negara Pemberdayaan perempuan, Ratna dan Shaliha juga akan mengunjungi Kementrian Negara Hukum dan Ham, serta Kejaksaan Agung. (kee/kee)











































