Aksi pencurian itu menurut Genta terjadi pada 1 Januari 2008. Bersama asistennya, kontestan KDI 2 itu menginap di rumah orangtuanya di kawasan Pasar Kamis, Tangerang. Genta memutuskan menginap di sana karena pada malam tahun baru ia mengisi acara di kawasan Tangerang. Karena kelelahan ia memilih tak kembali ke Jakarta.
Sebelumnya sekitar pukul 08-09.00 WIB, sang asisten, Hendra Herdiana sempat membangunkannya. Ia mengatakan pada Genta hendak beres-beres agar nantinya lebih cepat memasukkan barang-barang ke mobil. Karena masih sangat mengantuk, Genta pun mengamini saja perkataan Hendra.
"Aku nggak curiga sama sekali, nggak ada pikiran apa-apa," ujar Genta saat dihubungi detikhot melalui telepon, Senin (5/12/2008).
Saat bangun tidur pukul 11-12.00 WIB, Genta bertanya pada kakaknya ke mana Hendra. Menurut sang kakak, Hendra pamit pergi ke sebuah mini market. Namun anehanya sudah berjam-jam, ia tak kembali.
Genta kemudian memeriksa kamarnya. Ia pun kaget karena tasnya yang berisi uang Rp 10.450.000, cincin emas, STNK mobil, empat ATM dan sebuah ipod raib. Tas tersebut dibawa kabur oleh Hendra.
Ketika itu Genta belum memutuskan melaporkan Hendra ke polisi. Ia memilih menyelesaikan secara kekeluargaan pada keluarga Hendra di Bandung. Namun keluarga asistennya itu memilih lepas tangan.
Setelah melakukan pencarian pada Hendra tanpa hasil, Genta pun memutuskan melaporkan apa yang dialaminya ke Polsek Pasar Kamis, Tangerang. Ia membuat laporan hari ini, 5 Januari 2009.
"Ini pembalajaran buat aku biar nggak gampang percaya orang," tandas Genta.
(eny/eny)











































