Misteri Parang Maya Digemari, Ceritanya Sukses Populerkan Budaya Kalimantan

ADVERTISEMENT

Misteri Parang Maya Digemari, Ceritanya Sukses Populerkan Budaya Kalimantan

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 13 Jan 2023 16:20 WIB
Achmad Benbela Luncurkan Buku Berjudul Parang Maya
Foto: Achmad Benbela, Gagasmedia/ Istimewa
Jakarta -

Achmad Benbela sukses mempopulerkan budaya Kalimantan dengan cara yang berbeda. Mulai dari Kuyang yang terkenal sebagai makhluk tak kasat mata asal kawasan Khatulistiwa tersebut, kini ia menerbitkan novel horor Parang Maya.

Parang Maya merupakan ilmu santet yang yang kirimkan lawan dari jarak jauh. Ilmu ini mirip seperti santet yang ada di tanah Jawa.

Novelis Achmad Benbela asal Sampit, Kotawaringin Timur, menuturkan cerita yang ditulisnya mendapatkan dukungan dari teman-teman dan kerabat yang mengenalnya.

"Teman-teman malah mendukung, karena merasa daerah kita juga bisa bikin cerita yang tembus secara nasional. Terus, secara tidak langsung sebagai upaya diplomasi," kata Achmad Benbela ketika diwawancarai detikcom, belum lama ini.

Menurut keterangan pria yang akrab disapa Benbela, dia ingin mengenalkan berbagai macam budaya di Kalimantan kepada pembaca Indonesia.

"Ada beberapa pembaca yang mau tahu tentang Kalimantan, membawa keuntungan juga sama UMKM di sini, alat musik tradisional di sini, senjata, dan budaya suku setempat mereka cari," jelasnya.

Cerita horor Parang Maya bermula dari thread yang diunggahnya melalui akun Twitter pribadi sejak tahun lalu. Dia mempublikasikan ceritanya setiap seminggu dua kali dan mendapat sambutan yang hangat.

Setiap bab dengan menggunakan teknik 'menggantung' ternyata menghasilkan ekspresi yang berbeda dari pembaca. "Mungkin hal itu yang membuat makin penasaran," tegas Benbela.

Parang maya secara harfiah berarti senjata tajam yang dikirim secara tak terlihat.

"Aslinya perang maya itu menggunakan media parang yang dibakar terus dikasih mantra tertentu, terbang, menghilang, dan akan menyakiti korbannya. Akhirnya kan semua jenis santet itu ada parang maya dan banyak jenisnya dari yang ringan sampai berat," sambungnya.

Menurut keterangan Benbela, misteri sekaligus adat istiadat mengenai parang maya ini sering didengarnya dari daerah Barito. Di awal rencana, ia ingin mengangkat ritual penyembuhan suku Dayak yang disebabkan oleh hal-hal gaib dan salah satunya misteri soal parang maya.

"Saya dapat cerita dari 4 atau 5 narasumber yang punya pengalaman lalu saya kemas menjadi satu cerita utuh. Ada yang orang tuanya meninggal, karena konflik dengan orang lain. Di malam ke-40 sakit, tahu-tahu meninggal dan setelah dicari tahu ada yang mencelakainya," tukasnya.



Simak Video "Pengalaman Mistis Warnai Syuting Film 'KKN di Desa Penari'"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/mau)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT