Mahkamah Agung Jepang Batalkan Putusan Editor Manga yang Dibui Bunuh Istri

ADVERTISEMENT

Mahkamah Agung Jepang Batalkan Putusan Editor Manga yang Dibui Bunuh Istri

Tia Agnes Astuti - detikHot
Rabu, 23 Nov 2022 18:24 WIB
Ilustrasi
Ilustrasi pembunuhan. Foto: Dok.Detikcom
Jakarta -

Kasus mengenai editor manga Jong Hyon Pak, 47 tahun, yang bekerja di perusahaan komik Jepang terbesar milik Kodansha sempat menghebohkan pada 2016. Dia diputuskan bersalah membunuh istrinya, Kanoko, 38 tahun, dan dijatuhi hukuman 11 tahun penjara.

Tapi Mahkamah Agung Jepang memutuskan telah membatalkan hukuman yang sebelumnya dijatuhi oleh Pengadilan Tinggi Tokyo. Dari sidang banding yang digelar awal pekan ini, Mahkamah Agung memerintahkan Pengadilan Tinggi Tokyo mengulangi lagi persidangan.

Pada 2021, Pengadilan Tinggi Tokyo menguatkan vonis bersalah kepada Jong Hyon Pak setelah Pengadilan Negeri memutuskannya bersalah pada 2019. Pengadilan menjatuhkan hukuman 11 tahun bui.

Tapi pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah meminta hukuman penjara 15 tahun kepada pria tersebut.

Dilansir dari berbagai sumber, Jong Hyon Pak, didakwa pada Januari 2017 karena diduga mencekik istrinya sampai mati lalu mendorongnya di tangga di kediaman pribadinya di Tokyo pada 9 Agustus 2016. Menurut keterangan jaksa, niatan membunuh muncul setelah istri mengeluh karena kurangnya dukungan dalam melakukan pekerjaan rumah tangga.

"Tiba-tiba dia mengembangkan niat untuk membunuh setelah istrinya mengeluh. Suaminya tidak mendukung dalam melakukan pekerjaan rumah tangga dan membesarkan keempat anak-anak mereka. Istrinya juga diduga berbicara buruk tentang ibunya," ungkap pihak Jaksa Penuntut Umum.

Menurut Divisi Investigasi Kriminal polisi, Jong Hyon Pak, melakukan pembunuhan sekitar pukul 02.45 pagi. Pak menelelpon layanan darurat dan memberitahu mereka bahwa ketika tiba di rumah, istrinya sudah tergeletak pingsan di bawah tangga. Istrinya meninggal dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pak sempat mengubah keterangannya, dengan mengatakan sang istri telah bunuh diri. Dari penyelidikan polisi dan hasil otopsi ditemukan tanda-tanda pencekikan di leher Kanako.

Dari video CCTV hanya ditemukan tidak ada orang lain yang masuk ke dalam rumah. Di sana, hanya ada Pak bersama istri dan keempat anak-anak mereka.

Di industri manga, nama Pak dikenal sebagai editor manga di perusahaan Kodansha sejak April 1999. Dia menjabat sebagai Wakil Editor Majalah Morning dan membantu mendirikan majalah bulanan Bessatsu Shonen Magazine yang meluncurkan manga terpopuler Attack on Titan dan Flying Witch.



Simak Video "One Piece Masih Jadi Manga Terlaris"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT