Raja Haji Ahmad Jadi Google Doodle Hari Ini, Si Pujangga Gurindam Dua Belas

ADVERTISEMENT

Raja Haji Ahmad Jadi Google Doodle Hari Ini, Si Pujangga Gurindam Dua Belas

Tia Agnes Astuti - detikHot
Sabtu, 05 Nov 2022 13:03 WIB
Raja Ali Haji
Foto: dok. Google
Jakarta -

Google Doodle hari ini merayakan sosok dari pujangga abad ke-19 keturunan Bugis dan Melayu, Raja Ali Haji bin Raja Haji Ahmad atau yang dikenal lewat nama pena Raja Ali Haji. Siapakah sosok yang meninggal pada 1873 silam?

Raja Ali Haji dikenal sebagai ulama, sejarawan, sastrawan, dan seorang pujangga. Dia terkenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa atau buku yang menjadi standar bahasa Melayu.

Bahasa Melayu standar yang kini juga disebut sebagai bahasa Melayu baku itulah dalam Kongres Pemuda Indonesia pada 28 Oktober 1928 ditetapkan sebagai bahasa nasional yakni bahasa Indonesia.

Dalam Wikipedia tercatat, salah satu mahakaryanya yang lain adalah Gurindam Dua Belas yang terbit pada 1847. Buku itu menjadi pembaharu arus sastra pada zamannya.

Gurindam Dua Belas ditulis saat usianya menginjak 38 tahun di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau. Kumpulan puisi yang terdiri dari 12 bagian ini dikategorikan sebagai puisi didaktik yang berisi tentang nasihat menuju hidup mulia yang diridhai Allah.

Bukunya berjudul Kitab Pengetahuan Bahasa, yaitu Kamus Bahasa Melayu Riau-Lingga penggal yang pertama, merupakan kamus ekabahasa pertama di Nusantara.

Dalam situs resmi Google, disebutkan sosok Raja Ali Haji merupakan pahlawan nasional.

"Dia dikenal sebagai ulama peletak dasar Bahasa Indonesia. Sejarawan dan pujangga abad 19 keturunan Bugis dan Melayu ini dikenal sebagai pencatat pertama dasar-dasar tata bahasa Melayu lewat buku Pedoman Bahasa," tulis Google seperti dilihat detikcom.

Google Doodle dibuat dalam nuansa didominasi berwarna cokelat dan biru. Dalam lembaran buku terdapat salah satu potretnya yang mengenakan kacamata dan peci. Ada gambar pena di samping ilustrasi tersebut.

Ia ditetapkan oleh pemerintah Indonesia sebagai pahlawan nasional pada 5 November 2004 atas jasa-jasanya dalam bidang kesusastraan.

Dalam sejarah, Raja Ali Haji meninggal pada 1873 di Pulau Penyengat, Kesultanan Lingga atau sekarang yang lebih dikenal dengan Provinsi Kepulauan Riau.

(tia/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT