ADVERTISEMENT

JK Rowling Bersuara Lantang Dukung Mahsa Amini dan Perempuan Iran

Tia Agnes Astuti - detikHot
Kamis, 22 Sep 2022 14:07 WIB
JK Rowling
JK Rowling mendukung Mahsa Amini yang diduga dipukuli polisi karena tidak berhijab. Foto: Debra Hurford Brown © J.K. Rowling 2018
Jakarta -

JK Rowling turut bersuara lantang mendukung para perempuan Iran terkait kasus Mahsa Amini yang meninggal akibat dipukuli polisi. Demonstrasi besar-besaran tengah terjadi di Iran dipicu kematian perempuan berusia 22 tahun tersebut.

Lewat Twitter pribadi, JK Rowling berkicau mengenai dukungannya tersebut.

"Dunia perlu terus menyebut namanya terus-terusan #MahsaAMini meninggal di usia 22 tahun di tahanan polisi karena melanggar aturan hijab. Solidaritas dengan semua orang Iran yang saat ini sedang melakukan protes," cuit JK Rowling seperti dilihat detikcom, Kamis (22/9/2022).

Cuitan JK Rowling melanjutkan informasi yang dibagikan ulang oleh pencipta Harry Potter tersebut. Sebelumnya, ia membagikan informasi mengenai akun @NetBlocks tentang salah satu platform media sosial terakhir yang tersedia di Iran telah dibatasi di tengah protes kematian Mahsa Amini.

"Metrik langsung menunjukkan frontend dan CDN sekarang terganggu di beberapa penyedia internet," tulis keterangan akun Twitter @NetBlocks.

Mahsa AminiMahsa Amini meninggal di usia tahun, diduga akibat dipukuli polisi karena tidak berhijab. Foto: Twitter via The Guardian

Dukungan JK Rowling diapresiasi oleh para pengikut media sosialnya. Sebagian berterima kasih karena penulis yang tinggal di Skotlandia itu mendukung para perempuan Iran.

"Terima kasih, Jo. Saya telah menghubungi beberapa perempuan di Iran dan mereka putus asa sekali tapi kami terus berbicara atas nama mereka. Saya berjanji akan terus mendukung mereka dan kami harap kamu juga," cuit @judgejules75.

"Mereka mematikan internet. Kamu dapat terus bersuara, Jo," balas lainnya.

Nama Mahsa Amini terpopuler di Indonesia sejak berita kematiannya menyebar luas. Dia jatuh koma sesaat usai ditahan oleh polisi moral di Teheran pada 13 September karena tidak mematuhi aturan hijab.



Kepolisian menyebutkan Mahsa Amini jatuh sakit namun para aktivis dan demonstran menyebutkan kalau dia dipukuli polisi selama berada di dalam tahanan sehingga memicu cedera yang berujung kematian.

Gara-gara peristiwa tersebut, protes terjadi di puluhan kota di Iran. Unjuk rasa memprotes aturan hijab yang berlaku di negara tersebut dan telah memasuki hari kelima.



Simak Video "Gelombang Demo di Iran Memanas, Korban Tewas Mencapai 50 Orang"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT