ADVERTISEMENT

Novel Terbaru JK Rowling Rilis, Masih soal Transfobia yang Dihujat Massa

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 02 Sep 2022 08:04 WIB
JK Rowling
Novel ke-6 seri Cormoran Strike karya JK Rowling resmi terbit akhir Agustus lalu. Foto: Debra Hurford Brown © J.K. Rowling 2018
Jakarta -

Selama beberapa tahun terakhir, JK Rowling menghadapi ancaman pembunuhan dan kontroversial karena cuitan transfobia. Akhir Agustus, novel angsuran keenam dari serial detektif Cormoran Strike yang berjudul The Ink Black Heart resmi terbit.

Buku bergenre thriller dari kisah detektif Cormoran Strike itu setebal 1.024 halaman. JK Rowling menulisnya selama ini dengan nama samaran Robert Galbraith.

Jika biasanya nama JK Rowling dikenal dengan karya penuh magis dan fantasi, tapi buku barunya mirip dengan yang terjadi di dunia nyata. Para pembaca dan kritikus sastra mengkritiknya dalam cara yang tak positif.

Banyak yang mengomentari novel ke-6 itu berdasarkan pengalaman JK Rowling sendiri saat kehilangan penggemar karenaa pendapat transfobia. Dalam situs resmi Robert Galbraith, JK Rowling membantah bukunya berdasarkan pengalaman pribadinya.

"Meskipun saya mengatakan ada peristiwa yang memang terjadi dalam hidup saya, mereka yang sudah membaca buku dalam bentuk manuskrip, pastinya bertanya-tanya 'apakah Anda peramal'?" tulis JK Rowling dalam situs tersebut.

Dia membantah sebagai seorang peramal dan hanya menjelaskan ada kalanya manusia berada dalam sebuah tikungan aneh.

"Terkadang hidup meniru seni lebih dari yang diinginkan seseorang," tulis JK Rowling lagi.

Novel ke-6 seri Cormoran Strike itu menceritakan tentang seorang kartunis populer bernama Edie Ledwell. Dia dianiaya oleh tokoh online misterius dan akhirnya ditemukan tewas, setelah kartunnya dikritik karena dianggap rasis, mampu, dan transfobia.

"Novel ini memiliki tujuan yang jelas pada pejuang keadilan sosial. Hal ini menunjukkan bahwa Ledwell adalah korban dari kampanye kebencian yang diplot secara politis terhadapnya," tulisnya lagi.

Dalam novel, karakter itu di-doxing dengan adanya foto penampakan depan rumah di internet. Karakter itu juga menghadapi ancaman pemerkosaan dan diancam dibunuh karena pendapat pribadinya.

JK Rowling juga diancam dibunuh karena mengekspresikan pendapatnya sendiri, khususnya terkait komunitas transgender. Dia menghadapi reaksi keras sejak 2019 karena secara terbuka mendukung Maya Forstater, seorang peneliti yang kehilangan pekerjaan karena tweet transfobia.

Pada 2020, JK Rowling posting cuitan kontroversi tentang istilah 'orang yang sedang menstruasi' dan mengatakan 'perempuan transgender tidak mengalami menstruasi'. Baru-baru ini, dia juga menerima ancaman pembunuhan karena mendukung Salman Rushdie usai ditikam 15 kali saat menghadari acara sastra.

Bahkan saat cuitan kontroversial itu, tagar Twitter menolak pendapat JK Rowling juga terpopuler di Indonesia.



Simak Video "JK Rowling Dapat Ancaman Pembunuhan Usai Beri Dukungan ke Salman Rushdie"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/nu2)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT