ADVERTISEMENT

Pelaku Penikaman Salman Rushdie Ngaku Tak Bersalah

Tia Agnes Astuti - detikHot
Senin, 15 Agu 2022 11:06 WIB
British author Salman Rushdie speaks as he presents his book Quichotte at the Volkstheater in Vienna, Austria, on November 16, 2019. - Austria OUT (Photo by HERBERT NEUBAUER / APA / AFP) / Austria OUT (Photo by HERBERT NEUBAUER/APA/AFP via Getty Images)
Foto: APA/AFP via Getty Images/HERBERT NEUBAUER
Jakarta -

Novelis The Satanic Verses atau Ayat-Ayat Setan, Salman Rushdie, ditikam 15 kali di sebuah acara diskusi sastra di New York pada Jumat (12/8). Kondisinya kini perlahan pulih dan tidak lagi menggunakan ventilator.

Setelah peristiwa penikaman terjadi, pelakunya langsung ditangkap oleh pihak keamanan setempat. Dia adalah Hadi Matar yang kini ditetapkan sebagai tersangka kasus penusukan sekaligus percobaan pembunuhan.

Hadi Matar mengajukan pembelaan di pengadilan New York. Pria berusia 24 tahun itu mengaku tak bersalah atas peristiwa penikaman tersebut. Sekarang ia telah ditahan tanpa jaminan.

"Dia mengaku tidak bersalah atas percobaan pembunuhan dan penyerangan," ungkap kepolisian setempat.

Dalam pembelaannya, Hadi Matar mengenakan jumpsuit hitam putih, memakai masker putih, dan tangannya diborgol.

Hadi Mata mengatakan dirinya sebagai simpatisan ekstrimis Syiah dan pendukung Garda Revolusi Iran. Kepolisian New York mengatakan masih mendalami motif tersembunyi dari pelaku penyerangan.

ADDS NAME OF DETAINED PERSON Law enforcement officers detain Hadi Matar, 24, of Fairview, N.J., outside the Chautauqua Institution, Friday, Aug. 12, 2022, in Chautauqua, N.Y.. Salman Rushdie, the author whose writing led to death threats from Iran in the 1980s, was attacked and apparently stabbed in the neck Friday by Matar who rushed the stage as he was about to give a lecture at the institute in western New York. (Charles Fox via AP)ADDS NAME OF DETAINED PERSON Law enforcement officers detain Hadi Matar, 24, of Fairview, N.J., outside the Chautauqua Institution, Friday, Aug. 12, 2022, in Chautauqua, N.Y.. Salman Rushdie, the author whose writing led to death threats from Iran in the 1980s, was attacked and apparently stabbed in the neck Friday by Matar who rushed the stage as he was about to give a lecture at the institute in western New York. (Charles Fox via AP) Foto: Charles Fox via AP

Mereka juga masih mendapatkan izin untuk menggeledah tas dan sejumlah perangkat yang ditemukan di lokasi.

Para saksi mata yang berada di lokasi mengatakan Salman Rushdie ditikam berkali-kali oleh orang bertopeng ketika sang novelis naik ke atas panggung dan diperkenalkan oleh host. Moderator acara Henry Reese juga mengalami cedera di bagian kepala akibat penikaman yang dilakukan Hadi Matar.

Dewan Muslim di Inggris mengecam serangan tersebut. Dia menuturkan pelaku peristiwa naas itu harus diadili dan dihukum seberat-beratnya.

"Kekerasan seperti itu salah. Pelakunya harus diadili," ungkap Dewan Muslim Inggris.

Meski belum ada keterangan resmi mengenai kondisi terkini Salman Rushdie, pimpinan Chautauqua Institution, Michael Hill, berkicau mengenai kondisi Salman Rushdie.

"Salman Rushdie saat ini telah lepas ventilator dan sudah mulai bisa bicara. Saya melanjutkan doa untuk kesembuhannya," cuitnya.

Salman Rushdie pemenang berbagai penghargaan, dimulai menerbitkan novel Grimus pada 1975, novel keempatnya The Satanic Verses yang terbit di 1988 pun menuai kontroversi. Pada 2019, ia merilis novel terbaru Quichotte.

Buku anak-anaknya Midnight's Children diadaptasi menjadi sebuah film oleh sutradara Deepa Mehta pada 2012. Salman Rushdie pernah menjabat sebagai Presiden PEN America Center dan Ketua Festival Sastra International PEN World Voices, dan merupakan anggota dari British Royal Society of Literature.



Simak Video "Tampang Hadi Matar, Pelaku Penusukan Salman Rushdie"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT