ADVERTISEMENT

JK Rowling dan Stephen King Doakan Salman Rushdie usai Insiden Penikaman

Tia Agnes Astuti - detikHot
Minggu, 14 Agu 2022 20:04 WIB
Siapa Salman Rushdie? Salman Rushdie merupakan novelis yang ditusuk oleh orang tak dikenal di New York, Amerika Serikat (AS).
Foto: BBC World
Jakarta -

Novelis sekaligus pencipta Harry Potter, JK Rowling, sampai Stephen King mengaku tak percaya dengan peristiwa yang terhadap Salman Rushdie. Mereka bersuara atas peristiwa penikaman dan percobaan pembunuhan tersebut.

"Berita mengerikan, merasa sangat sedih. Semoga dia baik-baik saja," kicau JK Rowling.

Hal yang sama juga dilontarkan oleh Stephen King. "Semoga Salman Rushdie baik-baik saja," katanya.

Presiden Prancis, Emmanuel Macron, juga mengatakan negaranya mendukung kebebasan berekspresi dan hadirnya karya-karya Salman Rushdie. "Selama 33 tahun, ia telah mewujudkan kebebasan dan berjuang melawan ketidakadilan," katanya.

"Pertempurannya adalah milik kita, pertempuran universal. Kami berdiri di sisinya," sambungnya lagi di Twitter.

Salman Rushdie, naik ke atas panggung acara diskusi sastra untuk Chautauqua Institution di New York pada Jumat (12/8). Setelah naik ke atas panggung, seorang pria berusia 24 tahun melompat lalu menikam sang novelis The Satanic Verses di bagian leher, dada, dan perut.

Dia ditikam sampai 15 kali. Salman Rushdie terancam buta dan organ-organ di dalam tubuhnya rusak.

Salman Rushdie yang pernah menikah dengan host acara kuliner sekaligus aktivis Padma Laksmi diterbangkan ke pusat trauma dan menjalani operasi. Sampai sekarang belum diketahui motif dan penyelidikan masih berlangsung.

Salman Rushdie pemenang berbagai penghargaan, dimulai menerbitkan novel Grimus pada 1975, novel keempatnya The Satanic Verses yang terbit di 1988 pun menuai kontroversi. Pada 2019, ia merilis novel terbaru Quichotte.

Buku anak-anaknya Midnight's Children diadaptasi menjadi sebuah film oleh sutradara Deepa Mehta pada 2012. Salman Rushdie pernah menjabat sebagai Presiden PEN America Center dan Ketua Festival Sastra International PEN World Voices, dan merupakan anggota dari British Royal Society of Literature.

(tia/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT