Hari Puisi Nasional, Ingat Lagi 3 Syair Chairil Anwar!

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 28 Apr 2022 10:04 WIB
Chairil Anwar
Foto: Ilustrasi: Edi Wahyono
Jakarta -

Sosok Chairil Anwar dikenal sebagai penyair terkemuka Indonesia. Karya-karyanya telah melegenda dan masih dipelajari oleh siswa dan mahasiswa sastra Indonesia.

Sepanjang kariernya yang singkat, Chairil Anwar diketahui menelurkan sebanyak 96 karya. Sebanyak 70 di antaranya adalah puisi-puisi yang masih dikenal sampai sampai sekarang.

Lewat karya puisi ciptaannya, masyarakat Indonesia kini mengenai tren puisi modern. Bait-bait di dalam puisi tidak lagi liris atau sesuai dengan aturan pakem yang ada.

Memperingati Hari Puisi Nasional, mari mengingat lagi 3 syair kepunyaan Chairil Anwar:

1. Aku Berkaca

Ini muka penuh luka
Siapa punya ?

Kudengar seru menderu
dalam hatiku
Apa hanya angin lalu ?

Lagu lain pula
Menggelepar tengah malam buta

Ah.......!!

Segala menebal, segala mengental
Segala tak kukenal .............!!
Selamat tinggal ................!

2. Sia-Sia

Penghabisan kali itu kau datang
membawaku karangan kembang
Mawar merah dan melati putih:
darah dan suci
Kau tebarkan depanku
serta pandang yang memastikan: Untukmu.

Sudah itu kita sama termangu
Saling bertanya: Apakah ini?
Cinta? Keduanya tak mengerti.

Sehari itu kita bersama. Tak hampir-menghampiri.

Ah! Hatiku yang tak mau memberi
Mampus kau dikoyak-koyak sepi.

3. Hampa

Kepada sri

Sepi di luar. Sepi menekan mendesak.
Lurus kaku pohonan. Tak bergerak
Sampai ke puncak. Sepi memagut,
Tak satu kuasa melepas-renggut
Segala menanti. Menanti. Menanti.

Sepi.

Tambah ini menanti jadi mencekik...
Memberat-mencekung punda...
Sampai binasa segala. Belum apa-apa
Udara bertuba. Setan bertempik
Ini sepi terus ada. Dan menanti.



Simak Video "Riuh ReVeluv Teriakkan Fanchant ke Red Velvet di Allo Bank Festival 2022"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)