Perain Nobel Sastra Olga Tokarczuk Pimpin International Booker Prize 2022

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 12 Apr 2022 11:51 WIB
BERLIN, GERMANY - FEBRUARY 12:  Author Olga Tokarczuk attends the Spoor (Pokot) press conference during the 67th Berlinale International Film Festival Berlin at Grand Hyatt Hotel on February 12, 2017 in Berlin, Germany.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)
Foto: Olga Tokarczuk (Pascal Le Segretain/Getty Images)
Jakarta -

Penghargaan International Booker Prize 2022 sudah mengumumkan daftar pendek penulis yang masuk ke nominasinya. Peraih Nobel Sastra Olga Tokarczuk memimpin deretan nama dari enam penulis kenamaan dunia.

Melalui novel The Books of Jacob, karya Olga Tokarczuk difavoritkan untuk menjadi pemenang dengan hadiah sebesar U$ 65.000 yang dibagi antara penulis dan penerjemahnya. Dia bersama penerjemahnya Jennifer Croft sebelumnya juga menang lewat buku Flights pada 2018 yang juga membawanya untuk Hadiah Nobel Sastra.

Di posisi kedua, ada novelis asal India Geetanjali Shree yang masuk dalam daftar pendek lewat novel Tomb of Sand. Kisahnya tentang seorang perempuan berusia 80 tahun yang menentang konvensi. Karyanya menjadi buku berbahasa Hindi pertama yang masuk menjadi finalis.

Salah satu tim dewan juri, Frank Wynne, mengatakan daftar pendek yang masuk kali ini beragam dengan aneka topik yang dibahas.

"Terlepas dari ikatan bersejarah Inggris dengan benua India, dan kelangkaan buku yang diterbitkan dalam terjemahan bahasa Inggris menjadi salah satu nilai plus," katanya

Novelis lainnya yang masuk nominator 6 besar adalah novel Elena Knows karya Claudia Pineiro asal Argentina, Heaven karya Mieko Kawakami asal Jepang. Lalu ada novel filosofis A New Name: Septology VI-VII karya Jon Fosse dari Norwegia.

Ada juga novel The Cursed Bunny, buku kumpulan cerit pendek surealis karya novelis asal Korea Selatan, Bora Chung.

Lima dari enam penulis adalah perempuan. Di dalamnya juga ada tiga nama penerjemah.

"Buku yang masuk beberapa hal tentang trauma, tapi ada banyak poin optimisme yang luar biasa di dalamnya," tambahnya.

"Tapi buku-buku itu bukan tentang trauma, tapi mereka yang bertahan dari trauma. Dan saya tidak berpikir kehidupan apapun bisa selamat dari trauma, tapi mereka membuktikan berhasil," pungkasnya.

International Booker Prize diberikan setiap tahunnya kepada buku bergenre fiksi yang terbit ke dalam bahasa Inggris dan terbit di Inggris maupun Irlandia. Sebelumnya, buku kumpulan cerpen Norman Erikson Pasaribu yang berjudul Happy Stories, Mostly juga masuk dalam daftar panjang.

Di penghargaan yang sama, sebelumnya karya Eka Kurniawan The Man Tiger juga masuk nominasi daftar panjang di 2016.



Simak Video "Nirina Zubir Ungkap Nilai Parenting yang Bisa Diambil dari 'Keluarga Cemara 2'"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/mau)