ADVERTISEMENT

Novel Tuan Presiden Karya Peraih Nobel Sastra 1967 Terbit di Indonesia

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 10 Feb 2022 11:44 WIB
Novel Tuan Presiden Karya Miguel Angel Asturias
Novel Tuan Presiden karya Miguel Angel Asturias terbit Februari 2022. Foto: GPU/ Istimewa
Jakarta -

Novel-novel yang berasal dari Amerika Latin menempati posisi tersendiri bagi para pembaca setianya. Salah satu karya sastra Amerika Latin yang paling disukai adalah karya novelis kenamaan asal Guatemala, Miguel Angel Asturias.

Novel El Senor Presidente atau dalam bahasa Indonesia berarti Tuan Presiden itu akhirnya terbit di Indonesia. Bukunya diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) awal bulan ini.

Novel Tuan Presiden ditulis sang novelis saat masih menjadi mahasiswa ilmu hukum. Bukunya dipuji oleh para kritikus karena penggambarannya yang mencenganhkan atas pemerintahan totaliter di sebuah negara.

"Novel ini mengambil inspirasi dari pengalamannya bekerja sebagai wartawan di bawah situasi politik yang represif," tulis keterangan GPU.

Miguel Angel Asturias pun membuat cerita menjadi penggambaran surealis untuk menunjukkan dampak sebuah negara tentara terhadap warganya.

Tuan Presiden menceritakan tentang diktator keji di sebuah negara Amerika Latin dan rencana-rencana licinnya melawan lawan-lawan politiknya.

Asturias yang meninggal pada 1974 menerima Hadiah Nobel 1967. Dalam sebuah wawancara, ia menuturkan karya sastra yang ditulisnya bakal menggambarkan suara-suara tersembunyi dan kaum minoritas.

"Karya saya akan terus mencerminkan suara orang kebanyakan, mengumpulkan mitos-mitos dan keyakinan tradisional mereka. Pada saat yang sama melahirkan suatu kesadaran universal mengenai suatu problematika di Amerika Latin," katanya.

Miguel Ángel Asturias Rosales adalah penulis dan diplomat Guatemala. Ia dianugerahi Penghargaan Nobel pada 1967. Asturias menyelesaikan novelnya El señor Presidente pada 1946 semasa menjadi atase budaya di KeduBes Guatemala untuk Meksiko dan menjadikannya salah satu penulis Amerika Latin terbesar pada abad ke-20.

Puteranya Rodrigo Asturias, di bawah nom de guerre Gaspar Ilom, adalah ketua Unidad Revolucionaria Nacional Guatemalteca, kelompok pemberontak selama Perang Saudara pada 1980-an. Setelah perjanjian damai pada 1996 menjadi CaPres dari kelompok itu.



Simak Video "Sahabat Sebut Hilman Hariwijaya Sempat Alami Stroke Ringan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT