Mahakarya Sapardi Djoko Damono Terbit di Rusia

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 27 Jan 2022 13:03 WIB
Sapardi Djoko Damono
Buku puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono terbit di Rusia Foto: Gramedia Pustaka Utama/ Istimewa
Jakarta -

Salah satu mahakarya terbaik Sapardi Djoko Damono yakni buku kumpulan puisi Hujan Bulan Juni terbit di Rusia. Buku puisi yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama (GPU) pada 2014 itu sukses melambungkan nama Indonesia di industri perbukuan internasional.

Buku puisinya sukses diboyong penerbit Vodolei di Rusia melalui pameran buku internasional yang dihadiri oleh Gramedia International atau representatif resmi buku-buku terbitan Gramedia untuk pasar luar negeri.

Editor senior Sastra Gramedia Pustaka Utama, Mirna Yulistianti mengatakan ada naiknya minat buku sastra Indonesia yang turut dirasakan oleh penerbit.

"Saya banggsa sekali melihat kumpulan puisi Hujan Bulan Juni karya Sapardi Djoko Damono terbit di Rusia. Ini pertama kali buku Gramedia Pustaka Utama terbit dalam bahasa Rusia melalui Gramedia Internasional," ungkap Mirna Yulistianti dalam keterangan yang diterima detikcom.

Pencapaian tersebut, lanjut Mirna, layak diapresiasi. Di industri buku Indonesia, hanya sedikit buku-buku Indonesia yang mampu terbit dalam bahasa Indonesia.

"Selama ini penerjemahan kebanyakan ke dalam bahasa Inggris, Prancis, dan Jerman, maka sudah saatnya pintu-pintu terjemahan ke bahasa lain kita buka," katanya.

Buku Puisi Sapardi Djoko Damono Hujan Bulan Juni Terbit di RusiaBuku Puisi Sapardi Djoko Damono Hujan Bulan Juni Terbit di Rusia Foto: @sastragpu/ Instagram

Menurut Mirna, ada banyak jalan menuju penerjemahan karya sastra Indonesia ke dalam bahasa asing. Dalam konteks ini, Hujan Bulan Juni telah membawa nama Indonesia ke negara-negara yang lebih luas.

Sebelumnya buku puisi Hujan Bulan Juni sukses terbit dalam bahasa Jepang, Arab, dan Mandarin. Setelah bahasa Rusia, nantinya dia bakal terbit dalam bahasa Thailand dan Serbia.

Menurut keterangan GPU, buku kumpulan sajak Hujan Bulan Juni terbitan Rusia punya desain sampul yang cukup kontras. Berlatar abu-abu dengan dua lukisan dua kepala wayang.

Di dalamnya juga terdapat beberapa ilustrasi karya penyair Sapardi Djoko Damono yang bisa dinikmati di beberapa halamannya.

Nama Sapardi Djoko Damono menjadi salah satu penyair legendaris kepunyaan Indonesia. Sampai akhir hayatnya, ia produktif menerbitkan karya setiap bulannya. Sepeninggal penyair kelahiran 19 Juli 2020, karya-karyanya masih melegenda sampai sekarang.

Sebelum meninggal, Sapardi Djoko Damono menulis buku kumpulan sajak yang khusus ditulisnya untuk sang istri, Sonya Sondakh. Buku sajak berjudul mBoel itu berisi ungkapan kasih sayang mpun cinta kepada sosok yang menemaninya setiap hari itu.

Ada 80 sajak yang terangkum dalam buku puisi mBoel yang diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Breaking! Sastrawan Sapardi Djoko Damono Meninggal Dunia"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/pus)