Duh! Seorang Staf Penerbit AS Diduga Curi Ratusan Naskah Novel

Tia Agnes - detikHot
Senin, 10 Jan 2022 10:35 WIB
Kaca mata kutu buku. dikhy sasra/ilustrasi/detikfoto
Seorang staf penerbit AS diduga curi ratusan naskah novel sebelum terbit. Foto: Dikhy Sasra
Jakarta -

Tindakan pencurian tak hanya terjadi di dunia perbankan saja, namun juga industri buku. Seorang staf yang diduga berasal dari penerbit Simon & Schuster asal New York dituduh mencuri ratusan karya penulis kenamaan dunia.

Staf bernama Filippo Bernardini, 29 tahun, ditangkap di bandara John F Kennedy dan didakwa dengan tuduhan penipuan dan pencurian identitas. Dia diduga menyamar sebagai editor dan agen sastra dan berupaya mencuri novel-novel yang belum terbit.

FBI pun sudah menangkap karyawan tersebut dan dalam proses persidangan. Kepolisian setempat dan FBI menyebutkan Filippo Bernardini memiliki risiko penerbangan yang luar biasa.

Jaksa Penuntut Umum mengatakan dalam kolom profil di Linkedln-nya, Bernardini disebut sebagai koordinator hak cipta untuk Simon & Schuster.

"Dia mengganti huruf kecil 'm' dengan 'rn sehingga misalnya menjadi 'simonandschuster' atau muncul dengan 'sirnonandschuster' di domain-domain yang diduga mengirimkan pesan kepada para penulis," tulis keterangan JPU.

Selama bertahun-tahun, ada teka-teki yang membingungkan di dunia sastra. Agen sastra, editor, sampai juri penghargaan Booker Prize telah menjadi korban penipuan dari alamat email resmi yang sedikit diubah.

Email itu meminta naskah karya-karya penulis dunia. Salah satunya adalah Margaret Atwood.

Dalam sebuah wawancara, Margaret Atwood mengatakan pernah ada upaya untuk mencuri naskah novel The Testaments atau sekuel dari The Handmaid's Tale sebelum resmi terbit.

"Ada banyak email palsu dari orang-orang yang mencoba untuk mencuri naskah saya, meski hanya tiga halaman," ungkap Margaret Atwood.

Novelis Sally Rooney yang baru-baru ini membuat heboh tidak ingin karyanya diterjemahkan dan terbit di Israel itu juga mendapat target. Aktor Ethan Hawke yang tahun lalu resmi merilis buku kumcer juga mengalami nasib yang sama.

"Dia diduga menyamar sebagai individu dari industri penerbitan agar penulis mengirimkannya naskah prapublikasi untuk keuntungannya sendiri," ungkap pengacara AS, Damian Williams.

Penerbit Simon & Schuster dalam wawancara kepada BBC masih mencari tahu kebenaran atas kasus tersebut. Mereka terkejut ada tudingan seorang staf yang mencoba menipu para penulis dan menjadi sasaran dari FBI.



Simak Video "3.000 Buku Nikah di Kemenag Jambi Raib, Polisi Turun Tangan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)