Novel Silent Demon, Ketika Senjata Biologi Mengancam Jakarta

ADVERTISEMENT

Novel Silent Demon, Ketika Senjata Biologi Mengancam Jakarta

Fino Yurio Kristo - detikHot
Jumat, 26 Nov 2021 19:44 WIB
Silent Demon
(Foto: dok detikhot) Kisah dalam novel Silent Demon adalah tentang investigasi detektif polisi Sugi terhadap pembunuhan seorang wanita asal Inggris di stasiun MRT Jakarta.
Jakarta -

Cerita novel yang mengambil tema kriminal termasuk cukup jarang ditulis oleh para novelis di Indonesia, kalah dibanding novel tema percintaan misalnya. Mencoba meramaikan genre kriminal itu, telah terbit novel berjudul Silent Demon oleh Elex Media Komputindo.

Novel tersebut dirilis secara digital pada bulan September dan dapat diakses melalui aplikasi Gramedia Digital atau pun Google Play Books. Selain itu, Silent Demon juga tersedia dalam versi fisik yang dicetak sesuai pesanan atau POD (print on demand).

Kisah dalam novel Silent Demon adalah tentang investigasi detektif polisi Sugi terhadap pembunuhan seorang wanita asal Inggris di stasiun MRT Jakarta. Ternyata kasus tersebut mengarah pada situasi yang sangat berbahaya, di mana ibu kota terancam senjata biologi yang mematikan.

Ditugaskan bersama detektif Laura sebagai tandem, detektif Sugi harus berkejaran dengan waktu untuk menangkap pelaku yang amat licin atau malapetaka besar takkan bisa terhindarkan. Tersibak kemudian bahwa pelaku adalah hacker genius yang bekerja sama dengan ilmuwan serta pembunuh bayaran untuk memuluskan tujuan jahatnya.

"Novel ini ditulis buat hiburan, khususnya bagi penggemar kisah kriminal. Tema yang diangkat cukup berat, selain senjata biologi juga tentang serangan cyber, ketidaksetaraan sosial, sampai korupsi. Namun gaya bahasanya ringan sih, jadi semoga Silent Demon bisa diterima para pembaca," kata sang pengarang, Fino.

Platform digital menjadi pilihan untuk menerbitkan novel ini lantaran tren buku digital mulai meningkat di mana pembaca cukup mengaksesnya melalui gawai. Sejauh ini, sambutan terhadap Silent Demon menggembirakan di mana sudah ada puluhan rating di Google Play serta beragam resensi di media sosial dan Goodreads.

Di sisi lain, berbicara mengenai perkembangan novel kriminal di Indonesia saat ini, timbul rasa optimistis. Fahri Rasihan, bookstagram yang turut mengamati tren novel lokal, menyatakan sudah cukup marak penulis lokal terjun ke tema tersebut.

"Sejauh pengalaman membaca selama ini, kayaknya sudah mulai marak dan bermunculan. Walau pun mungkin masih sedikit yang berminat, tapi perkembangannya mulai terlihat pesat dan beragam," katanya, yang mengelola akun resensi novel di @fahrirasihan dengan ribuan follower.

Mengapa novel kriminal lokal masih kurang semarak, ia berpendapat ada beberapa faktor. "Karena masih sedikit novel kriminal muncul, membuat pembaca masih asing mencoba novel kriminal lokal dan membandingkan ceritanya dengan novel luar negeri. Tapi sejauh ini menurut saya, novel kriminal Indonesia justru tampak jauh lebih menarik, karena makin banyak yang memasukkan lokalitas dalam jalan ceritanya, sehingga terasa dekat dengan pembaca Indonesia," katanya.

Ia pun optimistis bahwa ke depannya, novel kriminal lokal akan semakin berkembang karena karya-karya yang dihasilkan sejauh ini ternyata berkualitas. Silent Demon pun diharapkan dapat berkontribusi dalam meramaikan genre tersebut.

(fyk/aay)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT