Novel 7 Tahun Kegelapan Punya Daya Tarik Misteri Tak Biasa

Tia Agnes - detikHot
Sabtu, 20 Mar 2021 11:55 WIB
Novel Terlaris Korea 7 Tahun Kegelapan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama
Foto: Fiksi GPU
Jakarta -

Novel 7 Years of Darkness atau 7 Tahun Kegelapan karya Jeong You-jeong resmi terbit di Indonesia. Penerbit Gramedia Pustaka Utama (GPU) yang menerjemahkannya dan mengakuisisi hak cipta terhadap novel misteri tersebut.

7 Tahun Kegelapan yang juga sukses diadaptasi ke layar lebar di Korea Selatan pada 2018 itu, diakui mampu memikat lewat cerita misteri yang tak biasa.

Executive Editor Asian Fiction in Translation GPU, Juliana Tan, yang juga menyunting 7 Tahun Kegelapan menuturkan sang novelis menggunakan teknik show dan not tell.

"Sehingga karya-karya misteri yang ditulisnya apabila dipadukan dengan tema cerita, mampu membuat kita ikut merasakan ketegangan, kegelisahan, ketakutan, dan keputusasaan tokoh-tokoh di dalam novel," kata Juliana Tan ketika diwawancarai oleh detikcom, belum lama ini.

7 Tahun Kegelapan berlatarkan kisah teka-teki yang ada di Waduk Seryeong. Alkisah, waduknya menjadi tempat berdiam diri seekor naga yang mematikan.

Di tengah misteri soal Waduk Seryeong, ada peristiwa yang membuat geger ketika seorang anak perempuan ditemukan tak bernyawa di dasar waduk. Ayahnya pun mencari jejak pembunuh putrinya.

Di satu sisi, ada pembunuh yang berusaha menutupi jejaknya dan petugas keamanan waduk yang menyembunyikan rahasia besar.

Menurut Juliana Tan, buku-buku yang ditulis oleh Jeong You-jeong adalah karya terlaris di negaranya.

"Novel-novel Jeong You-jeong sangat menarik sehingga proses editing pun menyenangkan. Biasanya yang perlu dilakukan adalah mengecek dan memastikan tidak ada detail-detail cerita yang terlewat dalam proses penerjemahan," tutur Juliana Tan.

Dia pun menambahkan, "Karena buku Jeong You-jeong memiliki banyak deskripsi spesifik tentang suatu hal atau tempat."

Juliana Tan pun melanjutkan sosok novelis Jeong You-jeong adalah penulis berkualitas yang mampu membuat pembaca terhanyut dalam cerita yang dituliskannya.

Deskripsi yang ada dalam karya-karyanya mampu mendetail tentang setting dan tingkah laku para tokohnya. "Kita bisa membayangkan adegan-adegan tersebut dengan jelas seakan ikut mengalaminya," tukasnya.



Simak Video "Ibunda Amanda Manopo Akan Dimakamkan di San Diego Hills"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)