Margaret Atwood hingga John Grisham Tulis Novel soal Pandemi

Tia Agnes - detikHot
Jumat, 19 Mar 2021 12:03 WIB
LONDON, ENGLAND - SEPTEMBER 09: Margaret Attwood at the Launch of her new book Testaments in Waterstones Piccadilly on September 09, 2019 in London, England. (Photo by Eamonn M. McCormack/Getty Images)
Margaret Atwood Foto: Getty Images
Jakarta -

Situasi pandemi COVID-19 menginspirasi para penulis kenamaan untuk merilis sebuah novel. Para penulis yang tergabung dalam Authors Guild Foundation mengumumkan kabar bahagia tersebut.

Novel pertama soal pandemi itu merupakan hasil kolaborasi antara Margaret Atwood, John Grisham, dan Celeste Ng.

Dilansir dari AP, Jumat (19/3/2021), para penulis telah mencapai kesepakatan dengan Houghton Mifflin Harcourt Books & Media untuk menerbitkan novel tersebut.

Novelnya berjudul Fourteen Days: AN Unauthorized Gathering. Karyanya berlatar di kota Manhattan pada 2020 ketika virus menyebar ke seluruh dunia dan orang kaya meninggalkan kota.

Presiden persekutuan novelis dan penulis, Douglas Preston, menuturkan gagasan itu sebagai cara untuk mengumpulkan uang untuk yayasan.

"Dalam organisasi, kami menyadari kalau memiliki kesempatan di masa-masa kelam untuk melakukan sesuatu yang positif dan transformatif melalui penciptaan karya sastra yang tidak biasa ini," ucapnya.

Menurutnya, manusia selalu menghadapi tragedi dengan bercerita. "Buku ini akan menjadi jawaban kami terhadap COVID-19," sambungnya.

Penulis Hunger Games Suzanne Collins juga memberikan sumbangan besar kepada yayasan dengan menulis cerita dalam novel tersebut. Sedangkan Margaret Atwood juga menyunting novel Fourteen Days.

Margaret Atwood mengatakan Fourteen Days berbicara segala hal yang terjadi selama pandemi.

"Terkadang menceritakan kehidupan secara umum, ada banyak perdebatan, diskusi, atau pertengkaran langsung. Terkadang menemukan penyelesaian di saat-saat yang tak terduga," kata Margaret Atwood.

"Untuk memberikan kerangka naratif, kami menyusun pekerjaan sehingga cerita dapat direkam dan ditulis," sambungnya.

Tapi sayangnya belum ada kabar soal tanggal penerbitan novel Fourteen Days.

"Novelnya masih mentah dan sekarang dalam tahap penyuntingan. Saya berada di kota New York pada minggu yang mengerikan di tanggal 9 Maret ketika kota itu ditutup, keadaan darurat nasional diumumkan, dan tempat wabah awal terjadi para penjaga mengelilingi kota. Itu adalah salah satu minggu paling luar biasa dalam hidup saya," pungkasnya.



Simak Video "Apresiasi Dirjen WHO ke ARMY Indonesia yang Bantu Vaksinasi Covid-19"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/doc)