Cerbung Dee Lestari Rapijali Resmi Rilis Hari Ini, Ini 3 Istimewanya

Tia Agnes - detikHot
Senin, 25 Jan 2021 10:45 WIB
Dee Lestari
Ini 3 keistimewaan cerbung digital Rapijali karya Dee Lestari Foto: Dee Lestari/ Instagram
Jakarta -

Dee Lestari resmi meluncurkan cerbung digital berjudul Rapijali yang dipublikasikan di platform Storial.Co mulai hari ini. Selama sebulan ke depan, pembaca akan membaca 10 bab penuh kejutan tentang seorang remaja perempuan yang menemukan bakatnya dalam bidang musik.

Rapijali menjadi judul dari karya terbaru Dee Lestari mengawali tahun 2021. Setelah terbit dalam bentuk cerbung digital, Rapijali bakal diterbitkan oleh Bentang Pustaka dalam bentuk buku cetak di akhir Februari 2021.

Berikut 3 keistimewaan cerbung digital Rapijali, seperti dirangkum detikcom. Di antaranya:

1. Manuskrip Tertua 27 Tahun

Dee Lestari menuturkan Rapijali merupakan naskah atau manuskrip tertua yang pernah ditulis sepanjang kariernya sebagai penulis. Naskah tersebut dibuat ketika ia lulus SMA dan masih belum tahu menahu soal proses kepenulisan.

Rapijali awalnya berjudul Planet Ping karena menceritakan soal karakter remaja perempuan bernama Ping.

Akhir tahun 2020, naskah Rapijali pun rampung dan siap diterbitkan. Awal 2021, Dee Lestari mengumumkan Rapijali siap rilis dalam dua format.

Akhirnya proyek naskah tertua yang terpendam itu pun dibayarnya di awal tahun ini. Dee Lestari menganggap utang terhadap alam ide cerita sudah tuntas.

"Karena saya tidak punya naskah yang lebih tua lagi daripada Rapijali," ujarnya sembari tertawa.

Dee LestariDee Lestari Foto: (dok. ist)

2. Latar Cerita Masa Kini

Cerita cerbung digital Rapijali awalnya punya latar dekade 1990-an dengan kondisi kota Garut yang masih asri. Tapi Dee Lestari mengubah berbagai macam latar yang ada di dalam novel tersebut.

Dari kota Garut yang asri namun kini menjadi kota besar, ia mengubah haluan menjadi lokasi Pangandaran. Kota tersebut dinilai Dee Lestari bisa menjadi semesta bagi karakter Ping.

Latar waktunya pun diubah menjadi masa kini. Dee Lestari menuturkan ia mengubah segala hal yang ditulisnya di masa dahulu.

"Nama Ping dipertahankan, tapi konflik yang saya tulis dengan latar tahun 1993, saya merasa kok begini ya. Saya yang waktu itu nggak tahu logika penyebabnya, kini mengubah semua elemen baru. Termasuk karakter, jalan cerita, dan pindah ke timeline kekinian," kata Dee Lestari.

3. Drama Tiga Generasi

Dee Lestari menjelaskan cerbung Rapijali merupakan drama tiga generasi yang diceritakannya. Ada drama dari generasi kakek, orang tua Ping, dan Ping bersama teman-teman generasinya.

"Ping dan teman-teman nge-band juga punya konflik sendiri. Drama ini jadi bacaan lintas usia, pembaca dewasa juga bisa membacanya, anak remaja juga bisa," pungkasnya.

[Gambas:Instagram]





Simak Video "Siapkan Stamina, Ini Kiat-kiat Menulis dari Dee Lestari"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/srs)