JK Rowling Hasilkan Rp 11,4 M Sebulan Gegara Kontroversi Seri Cormoran Strike

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 30 Des 2020 09:22 WIB
JK Rowling
penulis dan pencipta Harry Potter, JK Rowling Foto: Debra Hurford Brown © J.K. Rowling 2018
Jakarta -

Di penghujung 2020, JK Rowling dilaporkan menghasilkan lebih dari Rp 11,4 miliar dalam waktu sebulan sepanjang dua tahun belakangan. Gara-gara serial Cormoran Strike yang beberapa waktu lalu memicu kontroversi, penghasilan tahun ini meningkat tajam.

Penulis berusia 55 tahun itu yang dikenal sebagai pencipta Harry Potter memperoleh Rp 11,4 miliar berkat kelanjutan novel Cormoran Strike yang dicap sebagai antitransgender serta adaptasi ke serial televisi yang tayang tahun ini.

Dilansir dari surat kabar The Sun, Rabu (30/12/2020), JK Rowling yang menulis dengan nama pena Robert Galbraith memperoleh Rp 245,5 miliar sejak tahun lalu dari perusahaan yang menangani pekerjaan serial televisinya.

Perusahaan produksi film dan televisi Bronte adalah yang menangani adaptasi dari novel menjadi serial televisi. Perusahaan itu juga bertanggung jawab atas serial The Casual Vacancy yang tayang di HBO dan acara Harry Potter di panggung West End, London, Inggris.

Menurut akun yang diajukan ke Companies House, perusahaan juga menyerahkan sekitar Rp 344 miliar tahun setelah mengalami kenaikan tajam sejak tahun 2018.

"Selama lockdown, perusahaan dan grup berada di posisi yang sangat baik untuk memberikan hasil finansial yang kuat kepada JK Rowling," ungkap seorang sumber.

Selain Harry Potter, serial Cormoran Strike menjadi waralaba tersukses dalam sejarah kepenulisannya. Meski di awal, penulis yang tinggal di Skotlandia itu meragukan apakah buku-buku bakal sukses di pasaran.

"Saya punya keyakinan dengan Harry. Tapi hal itu menjadi sulit untuk membujuk seseorang mengambil lainnya, karena mungkin tidak cocok di mereka," ungkap JK Rowling.

Pada pertengahan September, JK Rowling membuat kontroversi lewat novel kelima seri Cormoran Strike. Novel berjudul Troubled Blood itu dianggap antitransgender dan transfobia terhadap komunitas LGBT.

Dalam novel, JK Rowling menuliskan karakter Dennis Creed sebagai pembunuh berantai yang membunuh seorang dokter bernama Margot yang juga aktivis feminis.

Dennis Creed digambarkan sebagai seorang pria yang tak stabil dan kerap mencuri pakaian dalam tetangganya lalu mengenakannya. Ketika membunuh korbannya, Creed mengenakan gaun dan menghabisi korban dengan kejam.



Simak Video "Di Balik RIP JK Rowling yang Bergema di Medsos"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)