Kisah Cinta Tragis Simone De Beauvoir Akhirnya Dipublikasikan

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 14 Okt 2020 18:37 WIB
Simone De Beauvoir
Feminis Simone De Beauvoir Foto: Wikipedia/ Istimewa
Jakarta -

Simone De Beauvoir dikenal sebagai tokoh feminis modern dan ahli filsafat Prancis yang juga seorang novelis. 34 tahun setelah kematian novelis yang meninggal 14 April 1986, sebuah kisah cinta yang tragis itu rilis.

Penulis itu menceritakan cinta masa remajanya kepada sesama perempuan lain di Les Inseparables. Kisah tentang persahabatan dan penuh gairah itu terjadi antara dua perempuan muda.

Semasa hidupnya, Simone De Beauvoir menuliskan otobiografi orientasi seksualnya di laci paling bawah. Rekan sesama penulisnya, Jean-Paul Satre menahan hidung ketika membacanya.

Novelis The Second Sex itu menulis bagaimana ia terpesona oleh seorang teman sekelas. Temannya itu bernama Elizabeth 'Zaza' Lacoin yang meninggal karena ensefalitis di usia 21 tahun.

"Sejak aku bertemu denganmu, kamu adalah segalanya bagiku," tulis Simone De Beauvoir dalam otobiografinya, dilansir dari berbagai sumber, Rabu (14/10/2020).

Dalam otobiografi tersebut, karakter Simone De Beauvoir bisa melakukan semuanya bagi teman perempuannya tersebut. Simone De Beauvoir juga bertarung melawan hasrat seksual dan ekspetasi keluarga untuk menikah.

Ia menyelesaikan buku pada 1954 atau 5 tahun setelah mahakarya feminisnya diterbitkan.

Agensi sastra Simone De Beauvoir, 2Seas, menuturkan bukunya bertemakan persahabatan antara dua perempuan muda yang berjuang melawan gagasna konvensional. "Tentang bagaimana perempuan seharusnya di awal abad ke-20 di Paris," tuturnya.

Setelah meninggal Elizabeth, Simone De Beauvoir dikabarkan juga punya kekasih perempuan lainnya, termasuk kekasih Sartre.

Simone De Beauvoir pertama kali mengungkapkan hubungannya dengan Zaza dalam novel Memoirs of Dutiful Daughter. Keduanya dekat selama Perang Dunia 1 pada 1920-an sampai para guru menyebut mereka 'tak terpisahkan'.

Sayangnya, kisah cinta Simone De Beauvoir dan Zaza tak terbalas. Mereka berbeda pendapat soal komunisme Soviet kala itu.

"Jean-Paul Sartre yang menasehati Simone De Beauvoir agar tidak menerbitkan novel otobiografinya, karena terlalu kontroversi," tulis filsuf Paul B Preciado

Rencananya, otobiografi Simone De Beauvoir tentang kekasih perempuannya akan terbit di Inggris pada 2020.



Simak Video "Ini Hal yang Memberatkan dan Meringankan Vonis Penyerang Novel Baswedan"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)