5 Novel Indonesia Berlatar Peristiwa G30S/PKI

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 30 Sep 2020 20:42 WIB
Novel Pulang karya Leila S Chudori
Novel Pulang karya Leila S Chudori Foto: Istimewa
Jakarta -

Peristiwa Gerakan 30 September/PKI atau disingkat G30SPKI menjadi tragedi kelam sejarah bangsa Indonesia. Peristiwa di dekade 1960-an ini tercatat dalam berbagai novel yang ditulis penulis Tanah Air.

Berikut 5 novel Indonesia yang berlatarkan peristiwa sejarah G30S/PKI, di antaranya:

1. Pulang (Leila S Chudori)

Lewat novel Pulang, Leila S Chudori mengambil setting peristiwa G30S/PKI sebagai latar. Novel yang diterbitkan Kepustakaan Populer Gramedia (KPG) menceritakan tentang 4 eksil politik Indonesia yang menjadi pendiri Restoran Tanah Air di Paris.

Ada Dimas Suryo, Nugroho Dewantoro, Risjaf, dan Tjahjadi Sukarna (Tjai Sin Soe). Keempatnya adalah wartawan kecuali Tjai di kantor Berita Nusantara sebelum peritiwa 30 September 1965 terjadi.

Jelang peristiwa 30 September 1965, Dimas Suryo dan Nugroho harus ke Santiago, Chile, menghadiri Konferensi International Organization of Journalist. Sayangnya peristiwa 30 September 1965 itu membuat mereka tidak bisa pulang ke Tanah Air.

2. Amba (Laksmi Pamuntjak)

Novel Amba karya Laksmi Pamuntjak disambut positif oleh pembaca buku Indonesia. Novel ini mengangkat cinta, sejarah, dan politik berlatar 1965.

Amba menceritakan tentang kisah tragedi antara Amba dan Vhisma di hari-hari mencekam di bulan September 1965. Pulau Buru pun menjadi latar dan saksi bisu bagi mereka yang diburu.

Novel Amba karya Laksmi PamuntjakNovel Amba karya Laksmi Pamuntjak Foto: Istimewa

3. Gadis Kretek (Ratih Kumala)

Novelis Ratih Kumala mengusung latar peristiwa 30 September 1965 sebagai cerita. Novel yang diterbitkan Gramedia Pustaka Utama (GPU) pada 2012 mengangkat budaya Jawa khususnya mengenai pergerakan pabrik kretek di awal-awal berdirinya Indonesia.

Novel Gadis Kretek karya Ratih KumalaNovel Gadis Kretek karya Ratih Kumala Foto: Istimewa

4. 65 Lanjutan Blues Merbabu (Gitanyali)

Kelanjutan dari novel Blues Merbabu ini terbit pada 2012. Novel 65 mengisahkan tentang memori dan perjalanan anak seorang eks-PKI saat mencoba berdamai pada masa lalu.

65 mengambil setting di kota kecil di Jawa Tengah, Bangkok sampai Hongkong, dan Jakarta.

Novel 65 Lanjutan Blues MerbabuNovel 65 Lanjutan Blues Merbabu Foto: Istimewa

5. Ronggeng Dukuh Paruk (Ahmad Tohari)

Umah Sastra Ahmad TohariUmah Sastra Ahmad Tohari Foto: Umah Sastra Ahmad Tohari. Arbi Anugrah/detikHOT

Siapa yang tak kenal dengan mahakarya Ahmad Tohari? Ronggeng Dukuh Paruk rilis perdana pada 1982 yang menceritakan tentang seorang penari ronggeng bernama Srintil dan teman masa kecil Rasus yang berprofesi sebagai tentara.

Latar novel adalah sebuah desa kecil yang dipenuhi kemiskinan dan kelaparan itu diangkat oleh penulis asal Banyumas. Novelnya sukses diadaptasi ke layar lebar Sang Penari yang diperankan oleh Prisia Nasution dan Oka Antara.



Simak Video "DI/ TII Tak Kalah Ganas dengan PKI"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/tia)