Peraih Nobel Sastra 2018 Tolak Penghargaan Kewarganegaraan dari Polandia

Tia Agnes - detikHot
Senin, 28 Sep 2020 11:29 WIB
BERLIN, GERMANY - FEBRUARY 12:  Author Olga Tokarczuk attends the Spoor (Pokot) press conference during the 67th Berlinale International Film Festival Berlin at Grand Hyatt Hotel on February 12, 2017 in Berlin, Germany.  (Photo by Pascal Le Segretain/Getty Images)
Peraih Nobel Sastra 2018, Olga Tokarczuk Foto: Olga Tokarczuk (Pascal Le Segretain/Getty Images)
Jakarta -

Pemenang Hadiah Nobel Sastra 2018, Olga Tokarczuk, menolak penghargaan kewarganegaraan kehormatan dari negara Polandia. Ia tak ingin namanya bersanding dengan seorang uskup Katolik Roma yang membuat komentar bermusuhan tentang komunitas LGBT.

Olga Tokarczuk mengatakannya dalam sebuah kicauan di Twitter pribadinya. Dia mengaku menghargai adanya kewarganegaraan kehormatan.

"Tapi sayangnya, saya tidak dapat menerima kewarganegaraan kehormatan, karena di saat yang bersamaan saya menyoroti pendapat seorang uskup yang melakukan perpecahan menyakitkan di Polandia atas hak-hak LGBT," cuit Olga Tokarczuk, seperti dilihat detikcom, Senin (28/9/2020).

Ia melanjutkan pendapatnya tentang penghargaan tersebut.

"Saya tidak ingin menjadi obyek tindakan dan elemen dalam permainan ini," ungkap Olga Tokarczuk yang mendukung masyarakat lesbian, gay, biseksual, dan transgender yang ada di dunia.

Nama Olga Tokarczuk dipilih oleh anggota dewan lokal yang terkait dengan partai Koalisi Sipil Polandia yang menominasikan untuk penghargaan kewarganegaraan kehormatan.

Penulis yang tinggal di bagian barat daya kota Wroclaw menjelaskan kembali alasan penolakan penghargaannya tersebut.

"Alih-alih menjadi perayaan yang menggembirakan tentang rasa kebersamaan, itu adalah ilustrasi nyata dari perpecahan yang menyakitkan di masyarakat kita," sambungnya.

Selama beberapa bulan belakangan, Polandia tengah menghasilkan perdebatan sengit tentang hak-hak LGBT. Termasuk presiden sayap kanan Andrzej Duda yang menggambarkan komunitas itu lebih buruk ketimbang komunisme.

Olga Tokarczuk dikenal lewat novel sejarah yang immersif 'Ksiegi Jakubowe' atau 'The Book of Jacob' yang terbit 2014 lalu dan 'The Flight' yang membuat namanya mendunia.

Karyanya mampu mewakili segala permasalahan manusia. Akademi Swedia menuturkan sebagai penyelenggara Hadiah Nobel menyebutkan karya Olga mampu mengkonstruksikan di antara dua perlawanan, alam versus gaya hidup, alasan versus kekesalan, laki-laki vs perempuan, rumah vs alienasi.



Simak Video "Penyair Amerika Raih Nobel Sastra 2020"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)