Penulis AS Diserang karena Manfaatkan Kematian Chadwick Boseman Demi Bukunya

Tia Agnes - detikHot
Kamis, 03 Sep 2020 15:44 WIB
LOS ANGELES, CALIFORNIA - NOVEMBER 24: Chadwick Boseman poses in the press room during the 2019 American Music Awards at Microsoft Theater on November 24, 2019 in Los Angeles, California.   Matt Winkelmeyer/Getty Images for dcp/AFP
Chadwick Boseman Foto: AFP/Matt Winkelmeyer
Jakarta -

Kepergian aktor Chadwick Boseman membawa duka yang mendalam bagi para penggemar. Di tengah rasa duka, seorang penulis asal AS Shaun King dikritik warganet karena menggunakan kematian Chadwick Boseman agar orang-orang membeli bukunya.

Kontroversi ini bermula dari penulis dan aktivis @VeryWhiteGuy yang membagikan isi email dari Shaun King. Surel itu dibagikan lewat akun Twitter pribadi dan menjadi viral.

Dalam pesan tersebut, Shaun King yang menulis buku Make Change mengungkapkan kesedihan atas kematian aktor Black Panther tersebut.

Ia juga meminta para pengikutnya agar membeli bukunya yang berjudul Make Change.

"Saya harap kamu bertahan di sana. Kemarin saya mengirimkan email untuk memeriksa semua orang dan beberapa jam kemudian kami mengetahui kematian Chadwick Boseman. Hidup ini sangat rapuh. Besok juga tidak dijanjikan," ungkap Shaun King dalam surel, seperti dilihat detikcom, Kamis (3/9/2020).

Dalam email yang sama, Shaun King mengklaim selama 6 tahun terakhir, orang-orang bertanya bagaimana dia menjalani hidup dan energinya untuk mengubah dunia.

"Buku saya, MAKE CHANGE, adalah jawaban 272 halaman untuk pertanyaan itu," tulis Shaun King lagi.

Akun @VeryWhiteGuy menuduh Shaun King berusaha mengambil untung dari kematian Chadwick Boseman.

"Ia menggunakan kematian Chadwick Boseman untuk menjual bukunya, dia mengklaim tidak menghasilkan uang untuk itu. Saya sangat lelah Shaun King terus menerus mengambil untung dari kematian orang-orang berkulit hitam," lanjut akun @VeryWhiteGuy.

Penulis AS lainnya, Zoe Samudz, juga mengkritik prilaku Shaun King.

"Apa yang sebenarnya ditawarkan pria ini jika tidak dekat dengan penderitaan dan kematian orang kulit hitam yang bisa dieksploitasi," cuitnya.

"Anda mencoba mengambil untung dari kematian Chadwick Boseman dan itu menjijikan," timpal penulis lainnya.

Aktor Chadwick Boseman meninggal di usia 43 tahun pada 28 Agustus. Sejak tahun 2016, ia didiagnosis mengidap sakit kanker usus besar dan bertahan merahasiakan penyakitnya serta perawatan yang dijalani selama 6 tahun belakangan.



Simak Video "Patung Chadwick Boseman Akan Berdiri Gagah di Kampung Kelahirannya"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dar)