detikHot

book

Salman Rushdie Kecam Peter Handke Jadi Peraih Nobel Sastra 2019

Sabtu, 12 Okt 2019 15:45 WIB Tia Agnes - detikHot
Foto: Istimewa Foto: Istimewa
Jakarta - Sebelum Peter Handke memenangkan Hadiah Nobel Sastra 2019, Salman Rushdie kerap bersuara menentang dukungan Handke terhadap genosida. Novelis 'Satanic Verses' itu mengecam Akademi Swedia karena memilih seorang yang mendukung kejahatan perang di dekade 1990-an tersebut.

Usai pengumuman Peter Handke sebagai Peraih Nobel Sastra 2019 dan mendapat hadiah senilai Rp 12,5 miliar, Rushdie tetap pada pendiriannya.

"Saya tidak punya apa pun untuk dikomentari tapi saya tetap berpendirian terhadap apa yang saya tulis saat itu (soal Peter Handke)," kata Salman Rushdie dilansir dari Guardian, Sabtu (12/10/2019).

Pada Kamis (10/10), Akademi Swedia mengumumkan dua orang peraih Nobel Sastra 2018 Olga Tokarczuk dan Peter Handke untuk Nobel Sastra 2019. Nama Peter Handke dikecam kritikus sastra termasuk Presiden Kosovo dan Perdana Menteri Albania karena dukungan kepada pasukan Serbia selama Perang Yugoslavia tahun 1990-an.

Peter Handke juga dikenal dekat dengan mantan pemimpin Serbia, Slobodan Milosevic. Ia pernah memberikan pidato spesial di pemakaman sang pemimpin pada 2006 yang didakwa melakukan genosida dan kejahatan perang lainnya. Saat itu ia diadili karena kasus kejahatan selama perang.




Simak Video "Peter Handke Pemenang Nobel 2019"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/dal)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detikhot.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com