detikHot

book

Ika Natassa Soroti Akses Buku yang Belum Terjangkau Publik

Jumat, 17 Mei 2019 14:25 WIB Tia Agnes - detikHot
Ika Natassa Soroti Akses Buku yang Belum Terjangkau Publik Foto: Ika Natassa/ Istimewa Ika Natassa Soroti Akses Buku yang Belum Terjangkau Publik Foto: Ika Natassa/ Istimewa
Jakarta - Momen Hari Buku Nasional kerap diidentikkan dengan segala hal yang menyangkut rendahnya minat baca masyarakat Indonesia. Namun menurut novelis 'Critical Eleven' bukan itu saja permasalahannya.

"Jika kita bicara minat baca di Indonesia, it's there and it's alive and well. Namun kita punya isu dari segi memperluas akses khususnya ke daerah-daerah yang belum terjangkau toko buku dan perpustakaan," tutur Ika menjawab pertanyaan pembaca dalam chit-chat di akun Twitter detikHOT, Jumat (17/5/2019).

Menurut perempuan yang tinggal di Medan, Indonesia butuh lebih banyak lagi perpustakaan dan taman bacaan yang menyediakan buku gratis.



"Memupuk minat baca sejak kecil lewat kurikulum. Contoh di luar negeri untuk mata pelajaran bahasa ada reading lists yang wajib dipenuhi murid setiap bulannya," jelas Ika.

Berdasarkan studi dari daftar World's Most Literate Nations yang dirilis oleh CCSU, Indonesia menempati ranking 60 dari 61 negara. Selain itu Ika juga menegaskan tak perlu lagi membahas mengenai selera buku bacaan.

"Misalnya yang dinilai baca yang benearan itu baca karya sastra, kalau baca komik atau teenlit itu nggak. Minat baca itu kan dimulai dari bacaan yang simpel, juga perbedaan selera dan genre itu hal yang umum banget," lanjut Ika.

"Reading shouldn't be a competition, it should be simply an activity that makes you happy," tukas penulis 'Twivortiare' tersebut.


(tia/doc)

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed