detikHot

book

Eka Kurniawan Tak Ingin Disebut Penerus Pramoedya Ananta Toer

Senin, 18 Feb 2019 16:22 WIB Tia Agnes - detikHot
Eka Kurniawan Tak Ingin Disebut Penerus Pramoedya Ananta Toer Foto: KBRI Den Haag Eka Kurniawan Tak Ingin Disebut Penerus Pramoedya Ananta Toer Foto: KBRI Den Haag
Jakarta - Kiprah Eka Kurniawan mampu masuk di peta kesusastraan Tanah Air. Buku-buku yang ditulis pria asal Tasikmalaya itu membawa namanya sejajar dengan penulis dunia lainnya.

Namun Eka tak ingin disebut sebagai penerus dari Pramoedya Ananta Toer.

"Tapi saya tidak bisa mengelak kalau Pram berpengaruh dalam kepenulisan saya. Saya mencoba untuk membebaskan diri dari Pram tapi ada hal-hal tertentu yang tidak bisa dielakkan," ujar Eka saat menceritakan proses kepenulisannya di Erasmus Huis Jakarta, akhir pekan lalu.



Kalau ditanya apa yang paling berpengaruh dari sosok Pram terhadap kiprah kepenulisannya? Dengan tegas novelis 'O' itu bakal menjawab adalah semangat Pram untuk menulis dan membebaskan melihat Indonesia dari sisinya.

"Saya mencoba untuk bergerak menjauh, saya mencoba untuk mengkritisi mungkin Pram akan lebih bagus untuk begini. Ketika saya melihat Indonesia, saya melihat lebih banyak lagi dari Pram," ujar Eka.

Dia pun menambahkan, "Saya belajar sastra yang barangkali kalau dia masih hidup, dia akan membaca itu semua juga. Saya membaca karya yang terlupakan atau terabaikan."

Akhir Desember 2018 lalu, penulis 'Seperti Dendam Rindu Harus Dibayar Tuntas' itu menerima penghargaan Prince Claus dari Kerajaan Belanda. Anugerah itu didapatkannya atas pencapaian dalam mengembangkan kebudayaan di kategori sastra.


Eka Kurniawan Tak Ingin Disebut Penerus Pramoedya Ananta Toer

(tia/nkn)

Photo Gallery
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed