Indonesia Kembali Hadir di Sharjah International Book Fair 2018

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 30 Okt 2018 10:17 WIB
Ilustrasi Sharjah International Book Fair 2017 lalu Foto: Komite Buku Nasional
Jakarta - Sukses dengan Frankfurt Book Fair 2015 sebagai tamu kehormatan, Indonesia kembali hadir di ajang pameran buku internasional lainnya. Akhir Oktober ini melalui Komite Buku Nasional, Indonesia hadir di Sharjah International Book Fair (SIBF) 2018 di Sharjah, UAE.

"Indonesia baru hadir tahun lalu dan sejak 2017 sudah ada 9 judul buku Indonesia yang dibeli dan diterjemahkan ke bahasa Arab. Salah satunya adalah buku Avianti Armand yang tahun ini diundang untuk datang ke SIBF," tutur Ketua Komite Buku Nasional (KBN), Laura Bangun Prinsloo saat dihubungi detikHOT.

Untuk pasar Timur Tengah, SIBF dinilai penting bagi terjualnya buku-buku Indonesia. "Ada 400 penerbit Timur Tengah yang berkumpul di sini, untuk pasar Timur Tengah SIBF ini penting untuk diikuti," kata Laura.



Di tahun ini pula, untuk pertama kalinya ada penulis Indonesia yang diundang sebagai pembicara. Avianti Armand yang baru saja menerima Kusala Sastra Khatulistiwa 2018 lewat buku kumpulan puisi 'Museum Masa Kecil' diundang di SIBF.

Menurut penuturan Laura, di tahun ini semakin banyak penerbit Indoensia yang hadir di SIBF. Totalnya ada 15 perwakilan penerbit yang sebagian besar diundang oleh Sharjah sebagai peserta publishers conference dan biayanya ditanggung oleh pemerintah Sharjah.

"Setiap tahun pemerintah Sharjah melalui Sharjah Book Authority mengundang penerbit dari berbagai negara untuk menghadiri publichers conference selama 2 hari sebelum pameran buku untuk publik," lanjutnya.



Untuk tahun ini lebih dari 300 peserta publishers conference hadir dari berbagai negara. Presiden dari Emirates Publishers Associaton Sheika Bodour Al Qashimi juga baru saja terpilih menjadi Vice President International Publishers Association (IPA) di Frankfurt pada Oktober lalu.

"Tahun depan Sharjah akan menjadi UNESCO World Book Capital dan misi utama IPA adalah literasi, kebebasan untuk menerbitkan karya, serta penegakan hak cipta," ujar Laura.

Dia pun menambahkan, "Komite Buku Nasional berupaya untuk bekerja dengan Sharjah Book Authority untuk menghadirkan lebih banyak lagi penulis dari Indonesia untuk tampil di sini."

(tia/doc)