DetikHot

book

Kontroversi Puisi Sukmawati, Asma Nadia: Itu Bukan Puisi

Rabu, 04 Apr 2018 12:45 WIB  ·   Tia Agnes - detikHOT
Kontroversi Puisi Sukmawati, Asma Nadia: Itu Bukan Puisi Kontroversi Puisi Sukmawati, Asma Nadia: Itu Bukan Puisi Foto: Ilustrasi Sukmawati dipolisikan karena polisinya (Fuad Hasim/detikcom)
Jakarta - Puisi 'Ibu Indonesia' yang dibacakan Sukmawati Soekarnoputri berbuntut panjang. Berbagai pihak banyak yang menganggap puisinya dianggap menista agama Islam dan mendapatkan tanggapan keras dari netizen.

Pendiri Forum Lingkar Pena (FLP) dan novelis 'Assalamualaikum Beijing' itu mengaku karya Sukmawati yang dibacakan saat acara '29 Tahun Anne Avantie Berkarya' tidak bisa disebut sebagai sebuah puisi.

"Secara estetika, aku merasa itu bukan puisi. Atau kalau ada yang maksa itu puisi, bukan puisi yang bagus," kata Asma Nadia ketika dihubungi detikHOT, Rabu (4/4/2018).



Asma mencontohkan dalam puisi tersebut pemilihan diksi dianggap tidak tepat. Sehingga mengolah rasa dari kata-kata puitis tersebut menjadi tidak tepat.

"Bandingkan dengan satu kalimat Mbak Helvy yang terkenal puitis, yang di-tweet beliau kemarin," tambah Asma.

Kemarin, Helvy Tiana Rosa yang juga dikenal sebagai pendiri FLP dan penulis novel-novel Islami itu berkicau menanggapi puisi Sukmawati. Dia menuliskan, "Bagaimana bisa kau menista agama dan ibu sekaligus dalam kalimat kalimat saru yang kau kira puisi?"

"Pemilihan kata-kata puisi Bu Sukmawati menurutku biasa saja. Nggak ada yang wah, verbal aja," timpal Asma lagi.

Sementara puisi biasanya, lanjut dia, membungkus verbalitas tersebut. Namun, adik dari Helvy Tiana Rosa itu kembali menegaskan siapapun berhak 'berpuisi' dengan caranya dengan catatan tidak memecah belah umat beragama.

"Entah sesuatu yang disebut puisi itu ditulis sendiri atau dituliskan orang lain, wallahu alam, tapi yang menuliskannya saat itu kehilangan sensitivitas atas bangsa Indonesia yang binneka aja. Tapi karena puisi kan soal olah kata dan rasa, juga soal makna," pungkasnya.

Di puisi Sukmawati 'Ibu Indonesia' ada dua hal yang dipermasalahkan. Pertama, saat kalimat 'konde Ibu Indonesia lebih cantik dari cadar'.

"Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu sari konde ibu Indonesia sangatlah indah. Lebih cantik dari cadar dirimu."

Bagian kedua, saat puisi Sukmawati menyatakan bahwa kidung Ibu Indonesia lebih merdu dari alunan azan.

"Aku tak tahu syariat Islam. Yang kutahu suara kidung ibu Indonesia, sangatlah elok. Lebih merdu dari alunan azanmu."



(tia/ken)

Photo Gallery
1 1 2 3 4
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com
News Feed