Novel Sufi tentang Ibn 'Arabi Raih Penghargaan Bergengsi Fiksi Arab

Novel Sufi tentang Ibn 'Arabi Raih Penghargaan Bergengsi Fiksi Arab

Tia Agnes - detikHot
Rabu, 26 Apr 2017 08:50 WIB
Novel Sufi tentang Ibn Arabi Raih Penghargaan Bergengsi Fiksi Arab
Foto: Guardian
Jakarta - Novel tentang sejarah kehidupan dan petualangan dari seorang sufi Andalusia meraih penghargaan bergengsi internasional kategori Fiksi Arab. Buku bergengsi fiksi berjudul 'A Small Death' karangan Mohammed Hasan Alwan itu menerima hadiah senilai $50,000.

Alwan yang kini tinggal di Toronto menerima penghargaan dalam upacara penganugerahan di Abu Dhabi pada Selasa (25/4) malam lalu. Dalam sambutannya, dia mengatakan mungkin ada pembaca yang merasa aneh dengan kisah Ibn 'Arabi.

"Saya yang lahir di Riyadh tapi tinggal di sudut dunia yang dingin di Kanada, menyadari ada warisan dan budaya lama saya yang ingin ditulis kembali," tuturnya, dikutip dari Guardian, Rabu (26/4/2017).

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ketua tim dewan juri, Sahar Khalifeh, mengatakan novel 'A Small Death' merupakan novel yang menawan dan sastra yang luar biasa. "Novelnya menyoroti pandangan Ibn 'Arabi mengenai cinta spiritual dan temporal dalam bentuk-bentuk yang paling halus," tambahnya.

'A Small Death' menceritakan tentang kisah fiktif ilmuwan Sunni Muhyiddin Ibn 'Arabi. Novel ini mengisahkan sejak kelahirannya di Spanyol pada 1165 silam, sampai wafatnya di Damaskus pada 1240. Alwan juga menceritakan perjalanan sang sufi dari Andalusia ke Azerbaijan.

Ibn 'Arabi adalah tokoh kontroversial dalam sejarah sekaligus pemimpin spiritual terdepan dalam tasawuf. Sebelumnya, Alwan telah menulis lima novel, yang juga membawa namanya pada daftar pendek penghargaan lewat novel 'The Beaver' di tahun 2013.

Penghargaan Hadiah International untuk Fiksi Arab telah berlangsung selama 10 tahun. Dari banyaknya 186 novel di 19 negara yang masuk seleksi, novel Alwan mengalahkan enam buku lainnya. Di antaranya adalah Najwa Binshatwan (Libya), Ismail Fahd Ismail (Kuwait), Elias Khoury (Lebanon), Mohammed Abdel Nabi (Mesir) dan Saad Mohammed Raheem (Irak).



(tia/wes)

Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads