Alwan yang kini tinggal di Toronto menerima penghargaan dalam upacara penganugerahan di Abu Dhabi pada Selasa (25/4) malam lalu. Dalam sambutannya, dia mengatakan mungkin ada pembaca yang merasa aneh dengan kisah Ibn 'Arabi.
"Saya yang lahir di Riyadh tapi tinggal di sudut dunia yang dingin di Kanada, menyadari ada warisan dan budaya lama saya yang ingin ditulis kembali," tuturnya, dikutip dari Guardian, Rabu (26/4/2017).
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
'A Small Death' menceritakan tentang kisah fiktif ilmuwan Sunni Muhyiddin Ibn 'Arabi. Novel ini mengisahkan sejak kelahirannya di Spanyol pada 1165 silam, sampai wafatnya di Damaskus pada 1240. Alwan juga menceritakan perjalanan sang sufi dari Andalusia ke Azerbaijan.
Ibn 'Arabi adalah tokoh kontroversial dalam sejarah sekaligus pemimpin spiritual terdepan dalam tasawuf. Sebelumnya, Alwan telah menulis lima novel, yang juga membawa namanya pada daftar pendek penghargaan lewat novel 'The Beaver' di tahun 2013.
Penghargaan Hadiah International untuk Fiksi Arab telah berlangsung selama 10 tahun. Dari banyaknya 186 novel di 19 negara yang masuk seleksi, novel Alwan mengalahkan enam buku lainnya. Di antaranya adalah Najwa Binshatwan (Libya), Ismail Fahd Ismail (Kuwait), Elias Khoury (Lebanon), Mohammed Abdel Nabi (Mesir) dan Saad Mohammed Raheem (Irak).
(tia/wes)











































