Novel Diprotes Kaum Nasionalis Hindu, Penulis Perumal Murugan Akan 'Bangkit'

Novel Diprotes Kaum Nasionalis Hindu, Penulis Perumal Murugan Akan 'Bangkit'

Tia Agnes - detikHot
Selasa, 12 Jul 2016 09:12 WIB
Novel Diprotes Kaum Nasionalis Hindu, Penulis Perumal Murugan Akan Bangkit
Foto: Istimewa
Jakarta - Penulis Perumal Murugan mendapatkan ancaman kematian dan dituntut karena novel 'Madhobubhagan' yang diterbitkan beberapa waktu lalu. Bukunya dianggap menyesatkan dan menghina agama sehingga membuatnya berhenti menulis dan beralih profesi menjadi seorang guru.

Namun, Rabu pekan lalu (6/7), usai menjalani proses persidangan, Murugan kembali angkat bicara. Seorang hakim di India memutuskan mendukung Murugan atas kebebasan berekspresi yang seharusnya didapatkannya. Dalam sebuah wawancara, Murugan mengatakan akan 'bangkit'.

"Saya akan bangun, meski tahun lalu saya sudah mengumumkan kematian sebagai seniman kreatif," ujarnya.

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Keputusan beralih profesi diambil setelah protes di Tamil Nadu selama 18 hari tentang novelnya yang berjudul 'Madhorubagan' atau 'One Part Woman'. Novel yang terbit pada 2010 ini juga diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris pada 2013. Karyanya mendapatkan pujian dari kritikus sastra dunia. Februari 2014 lalu, kelompok konservatif memaksa untuk menghentikan penjualan bukunya. Mereka mengklaim buku tersebut menghina sebagian masyarakat.

Baca Juga: Novel Saddam Hussein Diterjemahkan ke dalam Bahasa Inggris

Karya-karya berbahasa Tamil garapan Murugan serta salinan buku-bukunya telah dibakar. Sanjay Kishan Kaul dari pengadilan tinggi Madras yang membela kebebasan berekspresi Murugan angkat suara.

Di penilaian setebal 150 halaman yang ditulisnya, ia mengatakan, "Perumal Murugan seharusnya tidak merasa takut. Dia harus bisa menulis dan memajukan tulisannya. Karya-karyanya menjadi kontribusi sastra, dan jika ada orang lain yang berbeda materi dan gaya berekspresinya, maka bisa kami simpulkan bahwa biarkan penulis bangkit dengan apa yang akan ditulisnya. Menulislah!"

Novel 'One Part Woman' menceritakan tentang tradisi ritual di sebuah desa terpencil di India. Para wanita yang ingin hamil bisa melakukan hubungan seksual dengan pria asing. Tradisi ini dilakukan di sebuah kuil lokal. Hampir satu abad ritual ini dijalankan dan menimbulkan polemik dalam hubungan berumah tangga. Di dalam novel, Murugan menggunakan nama tempat dan budaya masyarakat tanpa menyamarkannya hingga mengundang reaksi publik.

Polemik seperti ini juga pernah terjadi ketika novelis Salman Rushdie menerbitkan bukunya 'The Satanic Verses' di tahun 1988 silam. Saat itu, organisasi muslim di India melarangnya menjual dan menyebarluaskan buku tersebut. Buku itu dianggap terlarang dan menghina Islam. Salman pun dilarang tampil di Festival Sastra Jaipur di tahun 2012.

(tia/tia)
Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 

Hide Ads