Indieguerillas Asal Yogyakarta Gelar Pameran Tunggal di Singapura

ADVERTISEMENT

Indieguerillas Asal Yogyakarta Gelar Pameran Tunggal di Singapura

Tia Agnes Astuti - detikHot
Jumat, 09 Des 2022 16:07 WIB
Indieguerillas
Duo seniman Indieguerillas segera menggelar pameran tunggal di Mizuma Art Gallery pada awal Januari 2023. Foto: Courtesy of Mizuma Art Gallery
Jakarta -

Seberapa seringkah kita berhenti lalu menarik napas dalam-dalam di tengah kesibukan yang padat? Pertanyaan itu mencuat ketika duo seniman Indieguerillas asal Yogyakarta menyiapkan pameran tunggalnya yang bakal digelar di Gillman Barracks, Singapura, awal Januari 2023.

Pameran tunggal yang diselenggarakan di Mizuma Gallery, 22 Lock Road #01-34 Gillman Barracks, Singapura, itu bakal dibuka pada 13 Januari dan berlangsung sampai 19 Februari 2023. Indieguerillas mengusung tema :D (emoji tertawa).

Pameran yang melanjutkan dari seri sebelumnya di 2021 yang berjudul Cosmic Waltz di Tokyo bakal menampilkan karya-karya terbarunya. Indieguerillas menghadirkan kolase sebagai momen kegembiraan dan rasa syukur akan hal-hal kecil dan sederhana dalam keseharian yang sering terabaikan begitu saja.

Ada 9 karya seni terbaru yang ditampilkan dalam pameran tunggal :D. Di antaranya lukisan, karya seni instalasi dinding, patung, dan lain-lain.

"Indieguerillas mengingatkan kita akan pentingnya beradaptasi dan mensyukuri momen-momen kecil saat kita hidup di dunia yang terus berubah," tulis keterangan Mizuma Gallery.

IndieguerillasIndieguerillas Foto: Courtesy of Mizuma Art Gallery

Indieguerillas yang terdiri dari pasangan suami-istri Dyatmiko Bawono dan Santi Ariestyowanti berdiri sejak 1999 di Yogyakarta. Keduanya merupakan lulusan dari Institut Seni Yogyakarta dan karya seni kontemporernya telah mendunia.

Menurut keterangan Indieguerillas, pameran tunggal di Singapura adalah jurnal tentang momen menyenangkan, gembira, dan bahagia yang dialami serta rasakan setiap hari.

"Mulai dari rutinitas yang kita lakukan di pagi hari sebelum masuk ke studio, semuanya diungkapkan dalam karya-karya ini. Jadi, pameran ini semacam kolase dari momen kebahagiaan kita," ungkap Indieguerillas.

Momen itu dimulai dari bangun tidur, tidak terburu-buru meninggalkan tempat tidur, luangkan waktu untuk menikmati napas dalam-dalam, serta bersyukur karena masih hidup.

"Ini juga tentang bagaimana kita hidup di dunia yang terus berubah. Kami belajar beradaptasi dengan perubahan, menjadi fleksibel, dan mendapatkan kontrol internal yang memadai. Untuk memiliki kontrol internal, kita perlu bertanggung jawab atas kebahagiaan kita sendiri dan menghabiskan setiap saat dalam keheningan untuk menemukan pemenuhan, kebahagiaan, ketenangan dalam apa yang sudah ada di dalam diri kita, bersyukur bahwa kita selalu diberkati dalam setiap nafas yang kita hirup," pungkas Indieguerillas.



Simak Video "Potret Malam Affandi, Pameran 32 Tahun Kematian Sang Maestro Lukis"
[Gambas:Video 20detik]
(tia/wes)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT