Karya Duo Seniman Indieguerillas Mejeng di Jepang

Tia Agnes - detikHot
Senin, 06 Sep 2021 14:28 WIB
Karya Seniman Indieguerillas
Karya seniman Indieguerillas di Galeri Seni Mizuma Jepang Foto: Indiguerillas/ Mizuma Art Gallery
Jakarta -

Galeri seni Mizuma Jepang mempersembahkan pameran tunggal dari karya seniman Indonesia, Indieguerillas. Pameran yang bertajuk Cosmic Waltz bakal dibuka pada 8 September dan berlangsung sampai 9 Oktober 2021.

Ide awal karya dalam pameran tunggal Cosmic Waltz berasal dari pengamatan sederhana duo seniman soal tubuh.

"Bagaimana kita sering tidak sadar akan gerakan tubuh kita. Dalam waktu 24 jam, kita hanya menyadari sepenuhnya kondisi tubuh kita 5 %. Di luar itu, tubuh kita menggunakan autopilot dan sering lupa bahwa mereka melakukan gerakan yang luar biasa," tulis keterangan pers yang diterima detikcom, Senin (6/9/2021).

Berbagai aktivitas yang dilakukan dengan tubuh seperti duduk, mengikat sepatu, merasakan dinginnya lantai di telapak kaki, menyeka keringat di dahi, seakan adalah gerakan yang terkesan sederhana dan remeh.

"Tidak demikian bagi mereka yang merasa kesulitan bergerak karena rasa sakit di tubuhnya," sambung dalam keterangan pameran.

Seniman Indieguerillas membayangkan semua karakter dalam lukisan-lukisan itu bergerak. Seperti melambai dan mengalir secara sadar mengikuti irama alam semesta seperti menari tarian jiwa.

Secara khusus, ada lukisan yang dipamerkan akan diputar 90 derajat setiap minggu untuk mengubah tampilan pengalaman sepanjang pameran.

Dalam pameran ini, Indieguerillas mengajak kita untuk mensyukuri kesehatan tubuh kita yang memungkinkan untuk bebas bergerak dan mencintai diri sendiri.

IndieguerillasIndieguerillas Foto: Indieguerillas

Indieguerillas merupakan pasangan seniman suami-istri yang terdiri dari Dyatmiko Lancur Bawono dan Santi Ariestyowanti. Berdiri pada 1999 sebagai perusahaan desain grafis, Indieguerillas terus berkarya dan bergerilya menemukan kemungkinan baru dalam dunia seni.

Indieguerillas yang mahir dalam efek visual dan eksperimen antar media, karya-karyanya juga dikenal karena pengaruh cerita rakyat.

Dalam eksibisinya kali ini, Indieguerillas yang terpengaruh oleh budaya pop dan citra tradisional Jawa, karya-karyanya dipengaruhi oleh residensi selama 6 bulan di Stuttgart, Jerman, pada 2018.

Cosmic Waltz adalah pameran tunggal pertama Indieguerillas di Jepang setelah pameran kolektif di Galeri Seni Mizuma pada 2017 dan TENMYOUYA Hisashi di 2015.

Karya-karya seniman Indieguerillas kini dikoleksi oleh Museum OHD Magelang, Singapore Art Museum, dan Guangdong Museum of Art.

Tonton juga Muralku Sayang, Muralku Dilarang

[Gambas:Video 20detik]



(tia/pus)